MENU TUTUP

Armada Terbatas, Pemko Pekanbaru Gandeng Pihak Ketiga Untuk Tangani Masalah Sampah

Kamis, 03 Januari 2019 | 13:14:41 WIB
Armada Terbatas, Pemko Pekanbaru Gandeng Pihak Ketiga Untuk Tangani Masalah Sampah

GENTAONLINE.COM-Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali akan menggunakan pihak ketiga guna mengatasi persoalan sampah. Kali ini untuk Zona III meliputi Kecamatan Rumai dan Kecamatan Rumbai Pesisir. Hal tersebut disampaikan oleh Walikota Pekanbaru, Firdaus usai menggelar rapat bersama OPD terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Rabu 2 Januari 2019.

Firdaus menuturkan, keterbatasan armada yang dimiliki Pemko Pekanbaru menjadi salah satu alasan kenapa sampah di zona III turut menggunakan pihak swasta. “Alat angkut kita gak cukup, lebih efisien lebih murah dengan menyerahkan kepada mayarakat. Masyarakat mana? Masyarakat yang berbadan hukum yaitu dunia usaha (swasta), prosesnya lelang,” jelasnya.

Dengan keputusan ini, Pemko Pekanbaru menggunakan pihak ketiga atau swasta guna mengatasi persoalan sampah di 12 kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru. Sebelumnya di Zona I yang meliputi Kecamatan Marpoyan Damai, Kecamatan Tampan, Kecamatan Pekanbaru Kota serta Kecamatan Payung Sekaki, persoalan sampah dikelola oleh PT Godang Tua Jaya.

Sedangkan di Zona II yang meliputi Kecamatan Sukajadi, Kecamatan Senapelan, Kecamatan Pekanbaru Kota, Kecamatan Lima Puluh, Kecamatan Sail, Kecamatan Bukit Raya serta Kecamatan Tenayan Raya, pengelolaan sampah dikelola oleh PT Samhana Indah. Sementara itu, menurut Mardianto Manan salah seorang pakar perkotaan di Pekanbaru, seharusnya Pemko Pekanbaru melakukan evaluasi sebelum kembali memilih menggunakan pihak ketiga atau swastanisasi untuk pengelolaan sampah di Zona III.

“Seharusnya Pemko Pekanbaru evaluasi dulu pelaksanaan pengelolaan sampah yang dilakukan pihak ketiga di dua zona sebelumnya. Apalagi selama ini persoalan sampah juga tidak terselesaikan sekalipun menggunakan pihak ketiga atau swasta. Kalau sudah gagal ini, jangan digunakan lagi pihak ketiga,” jelasnya. Mardianto menuding gagalnya pihak ketiga dalam pengelolaan sampah di Pekanbaru dikarenakan masih banyaknya keteteran tingkat profesional. “Pihak ketiga mungkin bermasalah, pihak penentu penyaringan kegiatan juga bermasalah, jangan-jangan, jangan-jangan,” pungkas Mardianto. (bpc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan