MENU TUTUP

Makin Parah, Penderita ISPA di Pekanbaru Capai 2.262

Senin, 12 Agustus 2019 | 23:47:14 WIB
Makin Parah, Penderita ISPA di Pekanbaru Capai 2.262

GENTAONLINE.COM - Sudah dua pekan terakhir Kota Pekanbaru diselimuti kabut asap lantaran ada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa kabupaten. Sampai kini, sudah 2.262 warga di Ibukota Provinsi Riau menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Memang kabut asap yang terjadi dua pekan ini berdampak terhadap meningkatnya pasien penderita ISPA, saat ini penderita ISPA sudah mencapai ribuan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskes Kota Pekanbaru Muhammad Amin, Senin (12/8/2019). 

Pihaknya hanya dapat mencegah dan mengobati pasien penderita ISPA akibat terpapar kabut asap yang cukup pekat. Sampai kini, pihaknya sudah mendistribusikan sebanyak 80 ribu masker yang dibagikan melalui Puskesmas.

"Kita lakukan upaya pencegahan, hingga saat ini kita sudah berikan 80 ribu masker kepada masyarakat agar dapat digunakan saat berada diluar ruangan, kita sebar melalui Puskesmas hingga ke sekolah kita berikan," jelasnya. 

Diskes Kota Pekanbaru sendiri juga mendapatkan bantuan masker dari Diskes Provinsi Riau sebanyak 100 ribu masker yang akan diberikan kepada masyarakat kota Pekanbaru.

"Kita sudah dibantu 100ribu masker, dan kita minta tambah karena kemarin kita minta 120ribu masker, yang akan kita berikan kepada masyarakat melalui Puskesmas," kata dia.

Selain masker, Puskesmas juga telah menyiapkan ruangan khusus penderita ISPA dan lengkap dengan penanganan awalnya seperti obat batuk dan sesak nafas.

"Catatan di Puskesmas merupakan penderita ISPA untuk secara keseluruhan, tapi memang akibat asap berdampak meningkatnya penderita ISPA," jelas Amin.

Ditambahkannya, untuk kualitas udara saat ini masih berada pada level sedang, atau papan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masih berada pada warna biru yang menunjukkan kualitas udara berada pada ambang sedang. 

"Untuk melihat kualitas udara akibat kabut asap itu tidak bisa diukur secara kasat mata saja, namun harus ada pengukur yang pasti, untuk saat ini berdasarkan laporan dari tim masih sedang, masih dibawah angka 100," paparnya.

source : riauaktual

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan