MENU TUTUP

Penganiayaan Wartawan di DPRD Pekanbaru Berawal Dari Konfirmasi Dana Media?

Sabtu, 31 Agustus 2019 | 16:14:31 WIB
Penganiayaan Wartawan di DPRD Pekanbaru Berawal Dari Konfirmasi Dana Media?

GENTAONLINE.COM - Amponiman Bate'e wartawan pemberitaan online riausidik.com digebuki oleh Orang Tak di Kenal (OTK) saat hendak menanyakan soal anggaran kerjasama media di Sekretariat Dewan (Sekwan) Kota Pekanbaru. Saat itu ia digebuki di ruangan dan disaksikan Badria Rikasari, Kasubag Humas DPRD Kota Pekanbaru dan beberapa staf kantor tersebut.

Tak terima perlakuan yang ia terima, Amponiman melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Pekanbaru, pada Rabu (28/8/2019).

"Saya sudah melaporkan ke Polresta Pekanbaru, kasus pengeroyokan ini sesuai LP No : STPL/691/VIII/2019/SPKT I RESTA PKU, hari ini Rabu (28/8/2019)," katanya.

Diterangkan Amponiman, kejadian itu berawal saat dirinya meminta konfirmasi terkait alokasi dana media di DPRD Kota pekanbaru.

"Pada Senin (26/8/2019) saya sms ibu Rika kapan bisa ada waktu konfirmasi seputar anggaran media 2019. Namun tak ada dibalas. Selanjutnya pada Selasa (27/8/2019) saya mendapat telpon dari Yona yang merupakan staf Rika dan mengatakan buk Rika ingin ketemu dengan saya, dan bertanya kapan ada waktu saya," paparnya.

Namun, saat dirinya tidak bisa, karena sedang di Pelalawan mengikuti acara pelantikan DPRD Kabupaten Pelalawan.

"Yona via WA kemudian bertanya kapan bisa bertemu dengan buk Rika, lalu saya jawab pada Rabu sekitar pukul 09.00 pagi. Mendapat balasan itu, Yona menjawab baik pak, Ok, kalau gitu di tunggu besok di kantor yah pak, jam 9," tutur  Amponiman sesuai pesan aplikasi Whatsapp yang ia terima.

Dan akhirnya pada Rabu (28/8/2019), sekitar pukul 09.00 wib, dirinya sampai di ruang kerja Rika, saat itu Kasubag Humas itu belum ada  di ruangan.

Tapi terangnya salah satu stfanya bernama Yona melihat kehadirannya seraya menyuruh duduk diruangan. "Tidak lama kemudian bu Rika datang" ujarnya.

"Saat saya sedang melakukan konfirmasi dengan ibu Rika kurang lebih 3 menit, tiba-tiba ada sejumlah orang datang dari belakang saya, dan memegang bahu baju saya, seraya bertanya kamu wartawan apa, jawab saya wartawan riausidik.com, kemudian ramai-ramai mereka mengeroyok saya ditempat itu di hadapan bu Rika dan Yona serta sejumlah pegawai pada saat itu."tuturnya.

Pengeroyok yang berjumlah 5 orang, itu menggiring keluar hingga di lokasi parkir roda dua belakang kantor DRPD kota Pekanbaru. 

"Disana saya kembali di interogasi dengan berbagai pukulan, ditinju ditendang. Dengan bertanya siapa di belakangmu, siapa yang nyuruh kamu, tanya preman itu. Jawab saya tidak ada," terangnya.

Dan lanjutnya sekitar 30 menit di lokasi perkir lantai dasar parkir gedung wakil rakyat itu, para pengeroyoknya kembali menggiring Amponiman ke dalam ruangan Rika. "Seraya memaksa saya untuk minta maaf kepada bu Rika" ujar dia.

"Usai didalam itu lalu saya dilepas, dengan ancaman oleh preman-preman itu, untuk tidak menggunggu bu Rika lagi." Tukasnya.

Rika saat di konfirmasi Gagasan Sabtu (31/8) enggan memberikan jawaban. Hingga kini Gagasan masih berusaha untuk meminta keterangan kepada Rika.(***)

source : gagasan

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar