MENU TUTUP

Hadapi Era Digital, SPS Riau Taja Workshop Bagi Humas Rumah Sakit se-Riau

Jumat, 13 September 2019 | 14:07:09 WIB
Hadapi Era Digital, SPS Riau Taja Workshop Bagi Humas Rumah Sakit se-Riau Ketua Panitia Workshop SPS Riau, Khairul Amri

GENTA - Di era digital seperti saat ini, informasi dapat dengan sangat cepat menyebar tanpa dapat dikendalikan.

Jika informasi yang beredar merupakan informasi negatif atau bohong, tentu dapat merusak reputasi sebuah lembaga atau perusahaan.

Karena itu, para Humas harus memiliki kemampuan untuk mengantisipasi hal tersebut.

Untuk membantu para Humas memiliki skill menangani komunikasi di saat krisis, Serikat Perusahaan Pers (SPS) Cabang Riau akan menggelar Workshop selama dua hari dengan tema: How to Handle Communication Crisis in Disruption Era.

"Kita ingin berbagi cara dan strategi komunikasi bagi para Humas di saat krisis atau diterpa isu negatif dan bagaimana menjalin hubungan yang tepat dengan media massa. Apalagi kita tahu di zaman media sosial seperti sekarang, hoax dapat dengan cepat menyebar," kata Ketua SPS Riau H Zulmansyah Sekedang S.Sos, Jumat (12/9/2019).

Menurut Zulmansyah, SPS Riau akan menggelar beberapa kali workshop untuk tema ini.

"Untuk Workshop pertama yang akan diadakan pada 4-5 Oktober 2019 kita akan mengundang para Humas Rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta," katanya.

Ditambahkannya, pesatnya pertumbuhan rumah sakit di Riau tentunya tidak akan terlepas dari berbagai masalah pelayanan.

Untuk itu, manajemen rumah sakit, khususnya bagian Humas harus lebih memahami bagaimana melakukan komunikasi baik internal maupun eksternal.

Selain untuk humas rumah sakit, nantinya SPS juga akan melaksanakan workshop di sektor-sektor lainnya, seperti perkebunan, perhotelan, dan lain-lain.

Di antara nara sumber yang akan memberikan materi, adalah Ketua PB Perhumas Agung Laksamana, Ketua SPS/PWI Provinsi Riau Zulmansyah Sekedang, Dosen Komunikasi Universitas Riau DR Suyanto dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

Para nara sumber ini, lanjut Zulmansyah, akan mengupas secara mendalam tema-tema yang sudah disiapkan.

"Saya khusus bicara tentang Strategi jitu para PR di era disrupsi, menjadikan media sebagai solusi, bukan memusuhi," kata Zum, begitu Zulmansyah disapa.

Sedangkan Ketua PERHUMAS Pusat bicara tentang How to Handle Communication Crisis in Disruption Era. Lalu, Kadiskes Riau yang akan jadi keynote speaker mengupas soal Tantangan Dunia Kesehatan di Era Disrupsi dan revolusi 4.0.

Dan, dosen Komunikasi Unri akan membahas tentang Komunikasi efektif sebagai peluang memajukan dunia kesehatan/RS di Riau.

"Melihat pentingnya workshop ini, sangat tepat para humas rumah sakit mengikutinya. Akan sangat rugi kalau ini tidak diikuti, sebab masa sekarang banyak persoalan yang ditemui para humas di rumah sakit mereka. Apalagi ketika sampai ke media. Mestinya ini jadi nilai plus, bukan sebaliknya. Makanya, mari ikuti dan pasti tak akan rugi," sebut Zulmansyah.

Sementara itu, ketua panitia Khairul Amri menyampaikan bahwa untuk Angkatan I ini hanya terbatas maksimal bagi 40 peserta.

Makanya, jika positif ikut silahkan segera mendaftar.

"Selagi kuota masih ada segeralah mendaftar," kata Khairul.***

source : Radar Pekanbaru

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar