MENU TUTUP

Sekolah Mulai Juli, Siswa dan Guru Disarankan Tes Corona

Sabtu, 16 Mei 2020 | 10:57:29 WIB
Sekolah Mulai Juli, Siswa dan Guru Disarankan Tes Corona

GENTAONLINE.COM - Pengamat pendidikan dari Universitas Yarsi, Fasli Jalal menyarankan seluruh siswa dan tenaga pendidik melakukan pemeriksaan virus corona (Covid-19) secara berkala jika kegiatan belajar mengajar dilakukan kembali di sekolah. Diketahui, Kemendikbud berencana membuka sekolah kembali pada Juli mendatang. 

"Sebagian besar siswa kita, dosen, tenaga pendidikan harus dites dan jangan sampai ada masalah biaya di sana [pemeriksaan]," ujarnya melalui konferensi video, Jumat (15/5).

Dari pemeriksaan tersebut, satuan pendidikan bisa mengetahui jika ada siswa atau pendidik yang terpapar virus selama berkegiatan di sekolah. Hal ini menurutnya penting, mengingat rentang usia siswa yang masih muda membuat mereka menjadi pembawa virus paling efektif.

"Justru karena dia muda punya daya tahan, dia bisa terinfeksi tanpa diketahui tanpa gejala, dan celakanya setelah masa inkubasi menularkan orang-orang di rumahnya," Fasli yang merupakan mantan wakil menteri pendidikan. 

Selain itu ia menilai pemerintah juga perlu mempertimbangkan jumlah kasus baru dalam rentang waktu tertentu sebelum membuka kembali kegiatan di sekolah. Fasli berkaca dari negara lain yang mana aktivitas sosial termasuk sekolah baru diputuskan setelah kasus konsisten menurun selama dua pekan. 

Setelah kasus menurun signifikan, lanjutnya, pemerintah juga perlu membuat standar operasional prosedur (SOP) atau protokol kesehatan yang ketat. 

Ia menilai pandemi mengharuskan semua pihak terbiasa dengan the new normal atau kebiasaan baru, termasuk di ranah pendidikan. Fasli berpendapat pemerintah harus memberikan bimbingan dan pelatihan kepada guru. Ini untuk memastikan pendidikan di tengah pandemi berjalan baik. 

"Guru kita selama ini disuapi berpuluh tahun. Akibatnya kreativitas menurun. Bukan karena keinginan tapi sistem yang buat dia enggak kreatif. Sekarang merdeka belajar ada peluang baru. Tapi gimana cara pindah dari yang lama ke baru," tuturnya. 

Sebelumnya Kemendikbud berencana mengembalikan kegiatan belajar mengajar di sekolah pada Juli 2020. Rencananya, itu akan diterapkan untuk sekolah di daerah yang sudah dinyatakan aman dari corona. 

Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Muhammad Haris mengatakan pihaknya masih memetakan teknis pembelajaran di tengah corona. 

Menanggapi rencana itu, pihak pun mengaku khawatir. Hal ini karena situasi pandemi dinilai belum aman bagi siswa dan pendidik. 

Para guru berharap protokol kesehatan seperti menjaga jarak harus benar-benar dilakukan, misalnya dengan menerapkan sistem sif atau pembagian jadwal masuk siswa.(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat