MENU TUTUP

Tindaklanjuti Agenda Reformasi Birokrasi, UNRI Bangun Zona Integritas

Jumat, 12 Juni 2020 | 12:51:22 WIB
Tindaklanjuti Agenda Reformasi Birokrasi, UNRI Bangun Zona Integritas

GENTAONLINE.COM - Pada pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Tahun 2020 ini, UNRI mengajukan Fakultas Keperawatan (FKp) untuk mendapatkan predikat WBK dan WBBM bersamaan dengan 14 PTN yang ditunjuk Jenderal Pendidikan Tinggi untuk mendukung Program Strategis Nasional Pencegahan Korupsi.

 

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 281/E.E1/WS/2020 tanggal  26 Maret 2020 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebagai Wilayah Intervensi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas-PK) dalam rangka pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategis Nasional Pencegahan Korupsi.

 

Selain itu juga, berkenaan dengan tindak lanjut dari hasil rapat Pembahasan Target Zona Integritas Tahun 2020 oleh Sekretariat Nasional Pencegahan Korupsi pada 14 Februari 2020, maka Universitas Riau (UNRI) termasuk ditetapkan dari 14 PTN dalam pencanangan pembangunan Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

 

Pada Selasa (9/6/2020), UNRI melaksanakan kegiatan pencanangan pembangunan Zona Integritas wilayah menuju WBK dan WBBM Universitas Riau. Kegiatan ini dilaksanakan melalui live streaming bersama Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tingi Kemdikbud, Prof Ir Nizam MSc Dic PhD, Plt Inspektur Jenderal Kemdikbud, Dr Chatarina Muliana Girsang SH SE Mh, dan Kepala perwakilan BPKP Provinsi Riau, Farid Firman SE AK Msi CA CFE QIA.

 

Rektor UNRI Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA pada kesempatan itu, menyampaikan pencanangan ini menunjuk pada Fakultas Keperawatan UNRI sebagai zona integritas di lingkungan UNRI untuk mendapatkan predikat WBK dan WBBM. “Menindaklanjuti agenda reformasi birokrasi saat ini, satu tahap yang perlu  dilakukan adalah pembangunan zona integritas. Oleh karena itu pada hari ini (9/6/2020-red) UNRI mendeklarasikan siap untuk membangun Zona Integritas di lingkungan UNRI.”

 

“Sengenap pimpinan dan jajaran UNRI berkomitmen untuk mewujudkan WBK dan WBBM dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik. Untuk keberhasilan untuk mencapai sasaran pembagunan Zona Integritas ini, UNRI menargetkan enam area perubahan, yaitu, manajemen perubahan, tata penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen sumber manusia, penguatan akuntabilitas kinerja, pengautan pengawasan, dan penguatan kualitas pelayanan publik,” ujar Rektor.

 

Berdasarkan enam area perubahan itu, UNRI sebagai instansi penyelenggara Pendidikan Tinggi memiliki tujuan atau kriteria. Pertama, menghasilkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang unggul bidang sains dan teknologi di asia tenggara. Kedua, mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang baik. Ketiga, menghasilkan lulusan berkarakter dan kompeten dalam pengembangan iptek, dan keempat, menyediakan perencanaan kerjasama berbasis teknologi.

 

“Untuk mewujudkan ini, maka peru memperhatikan proses bisnis yang efektif dan efisien, struktur organisasi yang tepat. Zona Integritas ini merupakan amanah yang diberikan Kemendikbud kepada UNRI. Oleh karena itu UNRI berkomitmen untuk mengimplementasikan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM,” jelasnya. (ur)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat