MENU TUTUP

Pelatihan Kartu Prakerja Disetop Bukti Komunikasi Publik Pemerintah Lemah

Jumat, 03 Juli 2020 | 10:41:12 WIB
Pelatihan Kartu Prakerja Disetop Bukti Komunikasi Publik Pemerintah Lemah Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani mengkritik pemerintah terkait dihentikannya program paket pelatihanKartu Prakerja. Menurut Netty, penghentian paket pelatihan prakerja itu sebagai bentuk lemahnya pemerintah dalam mengelola komunikasi publik.

"Setelah lama dikritik dan dianggap mengada-ada oleh banyak pihak, baru sekarang dihentikan. Ini bukti lemahnya komunikasi publik pemerintah dengan banyak pihak," ujar Netty dalam keterangannya, Jumat (3/7/2020). 

Ada beberapa hal yang menjadi catatan dari Manajemen Pelaksana (MP) berdasarkan evaluasi, di antaranya mengenai tidak adanya mekanisme yang dapat memastikan setiap peserta pelatihan menyelesaikan seluruh pelatihan. "Setelah uang negara terpakai untuk hal yang kurang terukur output, out come dan benefitnya, program baru dihentikan. Ini kan pemborosan anggaran di tengah situasi krisis. Jadi, harus ada pertanggung jawabannya, karena bisa jadi ada pelanggaran hukum dan berpotensi merugikan negara," kata Netty, Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR ini.

 

Dia menilai lemahnya pengelolaan komunikasi publik pemerintah, juga ditunjukkan saat Presiden Jokowi gusar ketika mengevaluasi kementerian dan lembaga yang dianggap tidak memiliki sense of crisis. Netty berpendapat, lemahnya kemampuan memahami aspirasi rakyat serta lambatnya merespons masukan dari banyak pihak, membuat pemerintah melahirkan beberapa kebijakan yang tidak peka terhadap kondisi rakyat. 

"Kenaikan iuran BPJS yang dipaksakan di tengah situasi masyarakat yang sedang kesulitan ekonomi, pengguliran new normal tanpa ukuran dan panduan yang jelas, wacana pengenaan pajak pada transaksi online, dan heboh tentang kenaikan tarif listrik, adalah beberapa contoh buruknya pengelolaan komunikasi publik. Seharusnya pemerintah menenangkan masyarakat dengan kebijakan pro rakyat," kata Netty.

Dia meminta pemerintah memperbaiki pola komunikasi itu. "Saya berharap ada transparansi soal penghentian program pelatihan prakerja, penghentian kenaikan iuran BPJS, dan memberikan penjelasan soal heboh naiknya tarif listrik serta pungutan pajak pada transaksi online tersebut demi kebaikan rakyat," pungkasnya.

Sekadar diketahui sebelumnya, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari memutuskan untuk menghentikan program paket pelatihan kartu prakerja. Keputusan itu tertuang dalam surat Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja nomor S-148/Dir-Eks/06/2020/pada 30 Juni 2020 yang ditujukan kepada mitra prakerja yaitu SekolahMu, Sisnaker, Skill Academi by Ruangguru, Bukalapak, MauBelajarApa, Pijar Mahir, Pintaria dan Tokopedia.(sndo)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar