MENU TUTUP

Anak Pendiri Riau dan LAMR Kecewa

Rabu, 05 Agustus 2020 | 10:53:55 WIB
Anak Pendiri Riau dan LAMR Kecewa

GENTAONLINE.COM - Tiva Riawati Ghalib, anak pendiri Riau dan Lembaga Adat Malayu Riau (LAMR) Wan Ghalib (almarhum), kecewa dengan pengurus LAMR. Kenapa tidak, jasa-jasa orang tuanya dilupakan oleh pengurus LAMR.

Ungkapan kekecewaan Tiva sempat tecurah di media sosialnya. "Bp Arifin Achmad dapat gelar adat wajar karena mantan gubernur Riau. Naah bapak gue pendiri Riau dan pendiri kok gak pernah diberi gelar ya oleh LAM atas jasa2 nyaa". 

"Memang betul pemberian gelar itu hak mereka (LAMR) kepada seseorang, tapi lihat-lihat lah, sementara pendiri sendiri (LAM) kok tak diberikan penghargaan. Tentu saya sebagai anak almarhum kecewa," ungkap Tiva Ghalib , Selasa (4/8/2020).

Tiva mengatakan, sebagai keluarga pendiri LAMR tidak menuntut banyak dari pengurus LAMR saat ini.

"Kami keluarga tidak menuntut banyak dari LAM, cukup mereka menghargai jerih payah orang tua kita. Kita kan tak mungkin gembar gembor kemana-mana, sementara orang sudah banyak tahu. Tapi upaya orang bisa berbuat apa," ungkapnya.

Karena itu, mewakili keluarga LAMR maupun pendiri Riau, Tiva berharap agar pengurus LAMR tidak melupakan sejarah, dan tidak melupakan para pejuang yang sebenarnya siapa-siapa.

"Harapan kita sederhana, jangan dilupakan jasa dan jerih payah para pejuang. Ini semakin maju kok semakin dilupakan," cetusnya.

"Memang sebelumnya ada yang mendapat penghargaan sebagai pendiri. Tapi yang lain kok dilupakan, sementara pendiri kan ada beberapa orang," tambahnya. 

Tiva berpandangan, LAMR belum menjalankan fungsinya sebagai lembaga adat sesuai peraturan yang ada di AD/ART. 

"Tapi LAM hanya musiman memberikan ini dan itu (gelar dan penghargaan). Sebetulnya semua kan sudah ada aturannya, kalau tak salah zaman dulu sudah ada peraturannya (AD/ART) yang tidak dijadikan pedoman," cakapnya. Amin.(ckc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar