MENU TUTUP
Insiden di kedai kopi HOKKY

YA : ergen aset daerah yang harus kita jaga

Rabu, 02 September 2020 | 22:15:02 WIB
YA : ergen aset daerah yang harus kita jaga Nasri Harun Ergen

GENTAONLINECOM- Belajar dari filosofi kopi panas, nikmati saja pelan-pelan jangan minum terburu buru. 

Demikian disampaikan anggota DPRD Kampar, YA kepada gentaonline.com, menanggapi simpang siurnya informasi beredar terkait dirinya, rabu (2/9/2020) sore. 

"Karna itu insiden warung kopi, sebaiknya kembali kepada filosofi kopi, saya maklumi kawan lagi menerima kenyataan hidup mungkin lagi banyak beban, seolah menengak kopi pahit dalam keadaan panas, salah sendiri ndak hati hati, lotuik muncuong minum kopi angek disalahkan pulo kawan," sindir YA. 

Ditanyakan terkait insiden warung kopi HOKKY yang berujung laporan ke Polsek Tampan, dirinya menganggap itu sebuah kekeliruan. 

" Kopi manis jangan di pahit pahitkan, tak elok membalikan fakta, " tuturnya. 

YA berharap semua pihak jangan terpancing dengan informasi hoax yang beredar, seolah saya ada memukul orang. 

" Kan gampang ada CCTV, silahkan buka, apa ada saya memukul orang?, jangan nanti berbalik faktanya, " tegas YA. 

Lebih lanjut YA bahwa dirinya sebenarnya enggan menanggapi berita yang beredar mengingat banyak hal positif yang perlu dibahas ketimbang insiden kedai kopi antara dirinya dengan orang yang pernah menjadi sahabatnya itu. 

"Walau bagaimanapun dia juga pernah menjadi teman kita, makanya siapa lagi yang akan menutup aib aib teman kalau bukan kita, dia kontraktor hebat aset daerah kita harus kita jaga" jelasnya. 

Namun menurut YA perlu sedikit diceritakan kronologis insiden warung kopi. 

"Singkat saja,intinya begini kejahatan verbal terkadang membuat kita terpancing sebagai manusia, bergurau boleh namun jangan bawa bawa nama lembaga DPRD Kampar, " katanya. 

Pagi selasa tanggal 1 September 2020 sekira pukul 7.20 wib sebelum berangkat kerja ke DPRD Kampar saya mampir di warung HOKKY yang lokasinya tak jauh dari tempat tinggal saya. 

"Sindir menyindir sebelum masuk sudah mulai, namun klimaks nya sekira pukul 7.30 saat berpapasan keluar warung HOKKY, provokasi verbal dari kawan itu membuat saya terpancing, mengatakan ang siapo ? anggota DPRD tak beguno, ini yang membuat saya berbalik mendekat kearahnya saya arahkan telunjuk ke arah mulut nya dengan maksud memperingatkan nya agar jangan bicara begitu , tidak ada saya memukul, justru ayunan tangan dia (ergen, red) mengenai ke saya dan tangan kanan, lebih pasti mungkin bisa dilihat CCTV, karena saya juga belum lihat rekaman CCTVnya, namun saya yakin justru dia yang melakukan tindakan tidak menyenangkan menghina harga diri saya, dan menganiaya saya "jelas YA. 

YA mengganggap siapa saja akan tersinggung jika profesinya dihina. 

" Manusiawilah kita berontak ,jika tempat kita bekerja dihina orang, " kata YA. 

Saya secara pribadi hanya mengingatkan bahwa hati hati kawan, jangan buru-buru minum kopi panas. 

" Semporong angek, gole kopi angek jan langsung di gonggam, beko lotuik tangan du hehe" kata YA. 

Ditanyakan ke YA apakah dirinya akan melaporkan balik Nasri Harun alias Ergen ke pihak kepolisian, dirinya beralibi dengan filosofi kopi. 

"Tengok dulu, kopi masih angek jan copek bonau kito minum, " tutup YA. 

Sebagaimana diketahui sebelum Ergen membuat laporan di Polsek Tampan dalam kasus dugaan penganiayaan. 

Sebagaimana dikutip dari situs berkasriaucom, pelapor atas nama Nasri Haroen Ergen dan terlapor atas nama 1 orang terlapor dalam lidik berisinial YA.

Saat dihubungi, Rabu (2/8/2020)
menyatakan, bahwa dirinya mengaku masih trauma atas kejadian tersebut. Ia meminta yang bersangkutan diproses sesuai aturan berlaku.

(Edi lelek) 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Sungai Buluh Tak Kunjung Progres, LSM KPKN Pertanyakan SOP Kejati Riau

2

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

3

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

4

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

5

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

6

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

7

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

8

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

9

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak