MENU TUTUP

Polisi Tangkap Belasan Bocah di Tangerang Mau Ikut Aksi 1812

Jumat, 18 Desember 2020 | 11:16:01 WIB
Polisi Tangkap Belasan Bocah di Tangerang Mau Ikut Aksi 1812 ilustrasi

GENTAONLINE.COM - Sebanyak 14 anak diamankan jajaran Polresta Tangerang lantaran akan pergi ke Jakarta untuk mengikuti Aksi 1812. Mereka diamankan saat Operasi Yustisi pada Kamis (17/12).

Operasi Yustisi itu diketahui digelar di tiga titik, yakni Gerbang Tol Balaraja Barat, Gerbang Tol Balaraja Timur, dan Gerbang Tol Kedaton.

"Kami amankan 14 anak rata-rata usia 13-19 tahun. Mereka membonceng mobil bak terbuka," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya, Jumat (18/12).

Kepada polisi, belasan anak itu mengaku akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi 1812 yang digelar di depan Istana Negara. Ade menuturkan pihaknya pun lantas memberikan imbauan dan edukasi mengenai dampak pandemi Covid-19. Selain itu, kata Ade, pihaknya juga meminta belasan anak itu untuk tidak berangkat ke Jakarta.

"Apalagi kalau mau ikut aksi demonstrasi, itu berpotensi menimbulkan kerumunan. Andai ada perbedaan pandangan, silakan agar menempuh jalur hukum," tutur Ade.

Lebih lanjut, disampaikan Ade, pihaknya meminta kerja sama para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya. Sebab, lanjutnya, sebagian besar anak-anak itu mengaku mendapatkan ajakan melalui media sosial untuk mengikuti aksi demo.

"Mohon sama-sama kita jaga anak-anak kita dan bergotong-royong melaksanakan protokol kesehatan," ucap Ade.

Ade menuturkan Operasi Yustisi di wilayah Kabupaten Tangerang tak hanya dilakukan di tiga gerbang tol saja.

Tetapi, juga dilakukan di wilayah perbatasan Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang. Selain itu, juga dilaksanakan di wilayah Solear, dan di perbatasan dengan daerah Tangerang Selatan.

"Tiap titik rata-rata ditempatkan 35 personel yang akan siaga hingga besok siang," ujar Ade.

Aksi demo 1812 ini digelar oleh Aliansi Nasional Anti-Komunis (ANAK) NKRI. Ormas Islam yang tergabung antara lain Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama.

Aksi demo 1812 ini mengusung sejumlah tuntutan. readyviewed Yakni meminta kasus penembakan terhadap enam anggota laskar FPI diusut tuntas, mendesak agar pentolan Rizieq Shihab dibebaskan tanpa syarat, serta setop agar kriminalisasi ulama dan setop diskriminasi hukum segera dihentikan.(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat