MENU TUTUP
GALERI FOTO

Hearing Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Bersama Direktur RS Awal Bros Terkait Perizinan

Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:33:28 WIB
Hearing Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Bersama Direktur RS Awal Bros Terkait Perizinan Hearing Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Bersama Direktur RS Awal Bros Terkait Perizinan

GENTAONLINE.COM - Komisi I DPRD Kota Pekanbaru melakukan pemanggilan terhadap pihak RS Awal Bros, guna mempertanyakan perizinan rumah sakit tersebut. Dari hasil hearing tersebut, pihak RS Awal Bros yang dihadiri langsung oleh direkturnya, belum bisa menunjukkan dokumen perizinan secara lengkap kepada Komisi I.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk

"Kita memanggil Rumah Sakit Awal Bros dalam hal ini terkait perizinannya, karena kita melihat ada penambahan gedung baru di belakang, kita mau tanya itu gedungnya gedung apa, setelah kita tanya ternyata itu gedung untuk parancy therapy, untuk cancer, kita mau tahu sejauh mana perizinannya apakah sudah memiliki izin atau belum," kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Krismat Hutagalung saat ditemui usai rapat, Selasa (4/8/2020).

Gambar mungkin berisi: 1 orang

Ditegaskan Krismat, sejauh pemahaman dirinya, bahwa therapy cancer mengandung radioaktif yang tentunya harus memiliki perizinan sesuai dengan keberadaan alat-alat dan gedungnya. Hal ini jadi perhatian serius Komisi I DPRD yang memang membidangi perizinan ini, apakah proses perizinan gedung RS Awal Bros tersebut ketika memohonkan itu ke Dinas Lingkungan Hidup sudah sesuai dengan pemanfaatannya atau belum.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk

"Kekhawatiran kita, beda mesin terapi beda karakteristik beda paparan radiasinya, jangan sampai nanti yang dimohonkan izinnya adalah izin katakanlah merk A ternyata yang dibeli merk B, tidak sesuai, nah kita mau tahu sampai di situ supaya jangan sampai nanti usaha kesehatan ini menimbulkan dampak kesehatan terhadap lingkungan," tegas Krismat.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk

Selain itu berkaitan kondisi genangan air yang selalu terjadi di Jalan Jendral Sudirman depan RS Awal Bros, dikaitkan dengan adanya parit yang ditutup akibat pembangunan rumah sakit tersebut, Krismat juga mempertanyakan hal ini kepada pihak RS Awal Bros.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih

"Rumah Sakit Awal Bros ini bukanlah bisnis atau usaha yang baru ada di Pekanbaru, mereka itu sudah lama berbisnis kesehatan dalam hal rumah sakit, saya ingat sekali tahun-tahun 2004 - 2005 sebelum ada gedung tinggi yang bertingkat sekarang itu, di sebelah pagar itu ada parit dan ada gang, saya persis sekali ingat itu, tapi sekarang saya ketika ke sana seperti kehilangan arah saya, kemana itu ya si parit dan gang itu," kata Krismat.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Agar tidak menimbulkan asumsi negatif, Komisi I meminta pada pertemuan berikutnya pihak RS Awal Bros membawa sertifikat lahan mereka dan semua perizinannya termasuk perizinan-perizinan pendukung untuk dilakukan pencocokan dengan kondisi gedung saat ini.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

"Nanti kan kelihatan riwayat tanahnya, oh dia bersempadan dengan parit, bersempadan dengan gang, bersempadan dengan Jalan Sudirmanm, bersempadan dengan siapa, termasuk izin-izinnya nanti akan ketahuan," terangnya.

Sementara itu Direktur RS Awal Bros Sudirman yang hadir saat itu, dr Jimmy Kurniawan kepada wartawan usai rapat mengakui bahwa dalam rapat hearing ini yang disorot oleh Komisi I berkaitan dengan dokumen-dokumen perizinan, namun dalam kesempatan itu pihaknya belum bisa menunjukkan dokumen secara lengkap.

"Untuk izin utamanya sudah kita bawa, cuma izin-izin pendukung belum terbawa, ini jadi mungkin insya Allah minggu depan kita siapin lagi," terangnya.

Jimmy menegaskan bahwa untuk perizinan RS Awal Bros sudah lengkap dan sesuai dengan kondisi gedung dan peruntukannya, hanya saja dalam pertemuan itu pihaknya hanya membawa perizinan utama saja, sementara perizinan pendukung belum disertakan.

"Perizinan pendukung itu semua lengkap itu, perizinannya apa, gedungnya berapa, ketebalannya berapa, itu ada semua detailnya, izinnya itu tidak dari Riau dan Pekanbaru saja, kita dari Kementerian Kesehatan juga sudah ada izinnya, jadi insya Allah minggu depan kami bawa," janjinya.

Jimmy juga mengaku tidak jelas dengan keberadaan parit di samping RS Awal Bros Sudirman yang dipertanyakan Komisi I, dia berjanji akan melakukan pengecekan sehingga nanti pada hearing kedua bisa menjelaskan kepada Komisi I jika memang ada parit tersebut, dimana keberadaannya saat ini.

"Nanti coba kita cek lagi, yang pasti parit-parit sekitar kita tetap kelola insya Allah tidak ada masalah itu, nanti coba kita cari tahu lagi," pungkasnya.

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat