MENU TUTUP

KPPPA: Persentase Anak Perempuan Alami Depresi Lebih Tinggi

Sabtu, 27 November 2021 | 08:02:01 WIB
KPPPA: Persentase Anak Perempuan Alami Depresi Lebih Tinggi

GENTAONLINE.COM - Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Agustina Erni mengatakan, persentase anak perempuan yang mengalami depresi cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan anak laki-laki. Kondisi ini semakin meningkat saat masa pandemi Covid-19.

 

"Sebelum masa pandemi ini tidak terlalu mencolok, yaitu masalah kecenderungan terjadinya depresi atau isu kesehatan mental anak. Persentase anak perempuan dengan gejala yang mengarah pada depresi itu lebih tinggi dibandingkan anak laki-laki," kata Agustina Erni dalam Rapat Koordinasi Asuh Siaga untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang diikuti di Jakarta, Jumat (26/11).

Erni mengatakan, berdasarkan survei pada 2020, menunjukkan 13 persen anak mengalami depresi yang berkategori ringan hingga berat. Dari data tersebut, empat persen mengalami depresi ringan, delapan persen depresi sedang dan satu persen mengalami depresi berat.

"Sebanyak 42 persen itu mengalami gejala emosi. Ini yang paling banyak dirasakan, seperti mereka gampang merasa sedih, mudah marah dan sebanyak 41 persen itu ada gejala kognitif seperti menyalahkan diri sendiri, tidak bisa berkonsentrasi dengan baik," tuturnya.

Tak hanya berdampak secara mental, masa pandemi Covid-19 juga berdampak pada kesehatan fisik anak. Pada beberapa sekolah yang telah menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM), terdapat anak-anak yang matanya mengalami rabun jauh.

"Ada anak yang setelah masuk sekolah, matanya terganggu jadi dia tidak bisa lagi duduk-duduk di belakang kelas. Dia tidak bisa lihat papan tulis di depan sehingga harus maju ke depan untuk bisa melihat papan tulis," kata Erni.

Ia memperkirakan gangguan kesehatan mata anak ini terjadi karena mereka banyak bermain gawai selama pandemi. "Mungkin karena banyak bermain dengan gadget ya," katanya.(rep)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar