MENU TUTUP

Warga Keluhan Soal mogoknya Bus Trans Metro Pekanbaru

Kamis, 10 Februari 2022 | 09:03:49 WIB
Warga Keluhan Soal mogoknya Bus Trans Metro Pekanbaru

GENTAONLINE.COM - Ricuh masalah tertundanya pembayaran gaji karyawan yang berujung pada berkepanjangannya aksi mogok para sopir dan pegawai Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP), telah berdampak bagi masyarakat kecil yang sehari-hari mengandalkan transportasi umum murah itu untuk beraktifitas.

Sonia (35) yang sehari-hari bekerja sebagai pelayan toko pada Pasar Sukaramai mengeluh harus merogoh saku lebih dalam untuk membayar layanan ojeg sejak TMP mogok hampir dua pekan terakhir.

"Biasanya dari Pandau ke tempat saya kerja di Pasar Sukaramai hanya butuh Rp4.000 sekali berangkat, kini terpaksa naik ojek yang bayarannya lebih dua kali lipat," kata Sonia di Pekanbaru, Rabu.

Bukan hanya dia, sejumlah warga Pekanbaru yang tinggal di pinggiran kota seperti Panam, Kulim, Tenayan, dan lainnya merasa dirugikan dengan mogoknya Bus TMP tersebut karena mereka tidak lagi mendapat sarana transportasi murah.

Sementara itu  salah seorang karyawan Bus TMP Pekanbaru yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah mengalami penundaan pembayaran gaji selama tiga bulan terakhir.

Disebutkannya, pemerintah serta pihak manajemen pengelola bus TMP berjanji akan segera melakukan pembayaran tersebut. Namun, hingga awal Februari 2022 para pekerja tidak kunjung mendapatkan haknya sehingga mereka memutuskan untuk mogok kerja.

"Kalau tidak dibayarkan juga kami akan tetap mogok kerja, kami sudah tidak tahu lagi mau bayar uang sekolah dan keperluan rumah tangga dari mana, kalau bukan dari gaji," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Firdaus meminta maaf atas kejadian tersebut karena telah berakibat negatif  pada masyarakat yang akan memanfaatkan  alat transportasi tersebut.
 
"Sekali lagi atas nama pemerintah  mohon maaf pada seluruh masyarakat, terutama yang sudah memanfaatkan TMP sebagai pilihan untuk kebutuhan layanan transportasi," kata Firdaus.

Dia menjelaskan,  belum dibayarnya gaji karyawan TMP hingga memasuki bulan ketiga ini terjadi bukan karena dana yang tak tersedia akan tetapi ini terjadi soal teknis saja yakni masalah  administrasi yang telah  berimbas pada keuangan. "Bukan kita tidak punya uang, bukan kas tidak ada," tegasnya.

Dia memastikan penyelesaian persoalan gaji karyawan TMP ini menjadi bahasan serius di jajaran Pemko Pekanbaru. 

"Makanya sudah ada rapat  dua kali sama Inspektur, asisten dan sekda juga Komisaris utama PT  Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) segera diselesaikan agar bus bisa beroperasi," tukasnya.(rtc)
 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat