MENU TUTUP

Achmad Sebut Penundaan Pemilu Sama dengan Melawan Konstitusi dan Melanggar Demokrasi

Selasa, 01 Maret 2022 | 11:27:16 WIB
Achmad Sebut Penundaan Pemilu Sama dengan Melawan Konstitusi dan Melanggar Demokrasi

GENTAONLINE.COM - Anggota DPR RI Dapil Riau, Achmad mengatakan, sesuai dengan arahan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk menolak wacana penundaan Pemilu, dirinya sebagai legislator siap untuk bersuara.

"Kita di Fraksi Demokrat tegas menolak wacana penundaan Pemilu, apalagi Komisi II sudah sepakat bahwa Pemilu akan diselenggarakan pada Februari dan November 2024," kata Achmad, Senin (28/2/2022).

Wacana penundaan Pemilu, kata Achmad, sama saja dengan mengkhianati reformasi dan demokrasi di Indonesia.

"Reformasi ini jangan dikhianati. Justru dengan demokrasi kita dapat pemimpin yang berkualitas. Kita perlu seorang pemimpim yang visioner, itu melalui Pemilu. Kalau ditunda, melawan konstitusi dan melanggar demokrasi itu namanya," cakap Achmad lagi.

Lebih jauh, Ia mengatakan, saat dirinya turun ke lapangan menjumpai masyarakat, tak ada masyarakat yang meminta untuk Pemilu ditunda.

"Tak ada yang mau ditunda Pemilu, masyarakat mau ada penyegaran terus," tukasnya.(ckc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat