MENU TUTUP

Tolak Penundaan Pemilu, Pemuda Khonghucu Minta Jokowi Belajar dari Soekarno dan Soeharto

Selasa, 15 Maret 2022 | 08:08:03 WIB
Tolak Penundaan Pemilu, Pemuda Khonghucu Minta Jokowi Belajar dari Soekarno dan Soeharto

GENTAONLINE.COM - Generasi Muda Khonghucu (Gemaku) menyatakan sikap tegas menolak wacana penundaan pemilu 2024 maupun perpanjangan masa jabatan Presiden yang terus bergulir.

Wakil Ketua Umum Gemaku, Wahyudi Zhang justru mengingatkan agar Presiden Joko Widodo waspada dan hati-hati terhadap para penjilat disekitarnya yang memiliki agenda dan kepentingan pribadi.


Sebab, penundaan pemilu ataupun perpanjangan masa jabatan tiga periode yang dihembuskan itu jelas tidak sesuai dengan amanat konstitusi.


Jokowi, kata Wahyudi, harus belajar dari cerita sejarah Soekarno dan Soeharto, bahwasannya tiada kekuasaan yang abadi betapapun baik pemimpinnya. Bahkan, Jokowi juga disarankan belajar berjiwa besar seperti Obama saat tegas menolak perpanjangan kekuasaannya walaupun survei kepuasan publik menunjukan nilai yang tinggi.

“Dalam sebuah pidato, Obama percaya diri ia bisa dengan mudah memenangkan pemilu ketiga. Namun, ia mengatakan demokrasi dalam bahaya saat seorang presiden menolak berhenti setelah masa jabatannya habis,” kata Wahyudi.

Lalu kemudian Wahyudi mengingatkan Presiden Joko Widodo soal ungkapan Confucius perihal jabatan pemerintahan “Bila sebaiknya memangku jabatan, maka terimalah jabatan itu; Bila sebaiknya berhenti, maka berhentilah pada saatnya berhenti”

“Presiden Jokowi sudah mengabdi kepada rakyat dari walikota, gubernur, hingga presiden bahkan 2 periode dengan segala positif negatif kebijakan yang ada. Tahun 2024 adalah tahun dimana Presiden seharusnya sudi untuk melepas kemelekatan jabatannya, dan saatnya memberi ruang kepada para penerusnya sesuai dengan amanat konstitusi yang telah kita sepakati bersama,” harap Wahyudi.

“Generasi Muda Khonghucu Indonesia justru berharap Presiden Jokowi dapat memanfaatkan sisa waktu kepemimpinannya untuk membangun sistem yang lebih baik untuk rakyat dalam segala hal tanpa tersandera kepentingan politik sekitar, tidak terganggu wacana sesat dari para penjilat di sekitar Presiden,” demikian Wahyudi menambahkan.(rml)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat