MENU TUTUP

Gubri dan Polda Riau Dinilai Lamban Tangani Karhutla

Jumat, 13 September 2019 | 11:30:30 WIB
Gubri dan Polda Riau Dinilai Lamban Tangani Karhutla Aktivis HMI, Fahrunnas

GENTA - Sampai September 2019  kabut asap di Riau terlihat semakin pekat dan Sekarang sudah mengandung Cadmium (Cd) dan Nikel (Ni) yang mematikan terutama kepada bayi atau untuk penderita asma.

Minyikapi hal ini Fungsionaris Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Fahrunnas yang akrab disapa Baron menilai pemerintahan Gubernur Syamsuar dan Polda Riau lamban dalam penyelesaian bencana karlahuta (Asap) di Provinsi Riau.

"Saya menilai Gubernur Riau dan Polda Riau tidak tegas dan tidak serius untuk menangani becana asap yang terjadi selama 22 tahun di Riau, sehingga banyak memakan korban penyakit ISPA di Riau" Tutur Baron kepada awak media, Jumat (13/09/2019).

Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Riau sudah sampai September sudah mencapai 281.626 orang yang terserang penyakit ISPA.

"Saya sangat kasihan dengan nasib rakyat Riau yang menjadi di indikasikan korban proyek dari kebakaran Lahan dan Hutan di Provinsi Riau, sekarang sudah masuk kepada level yang berbaya udara di Riau dan yang terserang ISPA sudah mencapai 281.626" Ujar Baron.

Lanjut Baron, Gubernur Riau seharusnya sudah mempunyai terobosan - terobosan untuk penanganan Karhutla di Riau, karena kejadian ini bukanlah yg pertama kali terjadi di Riau. 

"Sudah hampir 7 bulan Gubernur Syamsuar - Edy Natar, masa tidak punya terobosan untuk penangan Karlahuta, jadi bisa kita nilai bahwa gubernur tidak bekerja untuk Riau dengan baik" Papar Baron.

Pengurus PB HMI ini juga menegaskan kepada Gubernur Riau agar tegas terhadap korporasi yang lahan konsesinya terbakar agar cabut izinnya, agar ada efek jeranya terhadap perusahaan yang lalai dalam menjaga di wilayah konsesinya.

Dan juga sama kan hukum yang diberikan kepada masyarakat dengan Perusahaan" Tegas Baron.(rls)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat