MENU TUTUP

Karhutla Tak Kunjung Tuntas, Advokasi Minta Kepala BPBD dan Kapolda Riau Dicopot

Sabtu, 14 September 2019 | 17:41:20 WIB
Karhutla Tak Kunjung Tuntas, Advokasi Minta Kepala BPBD dan Kapolda Riau Dicopot Direktur Advokasi Riau, Alamsyah SH

GENTA - Pekatnya kabut asap di Provinsi Riau sepekan terakhir membuat aktivitas masyarakat Riau hampir lumpuh total.

Sejumlah jadwal penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim ditunda terbang akibat pendeknya jarak pandang.

Tidak hanya itu, pemerintah telah mengeluarkan pengumuman agar sekolah-sekolah di Riau untuk meliburkan siswanya. Selain itu, banyak dari masyarakat Riau yang enggan keluar rumah.

Hal itu disebabkan pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Riau dan luar Riau.

Melihat parahnya akibat kasus kabut asap yang terjadi, Advokasi Riau kembali angkat bicara.

Diungkapkan Direktur Advokasi Riau Alamsyah SH, bahwa Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kapolda Riau seharusnya sudah dicopot dari jabatannya.

Sebab kata Alam, masyarakat tidak bisa terus menerus menyalahkan Gubernur Riau, harus ada pekerja teknis yang dikritik dan dievaluasi kinerja nya. Sabtu (14/9/2019) di Pekanbaru.

"Sudah menjadi konsekwensi logis, pejabat negara/publik yang tidak bisa menuntaskan pekerjaan dengan baik itu dicopot, ya lazim saja dan bukan sesuatu yang aneh", ungkap Alamsyah.

Menurutnya, sudah menjadi konsekwensi seorang Pejabat Publik yang tidak bisa menuntaskan pekerjaan dengan baik dicopot atau diberhentikan dari jabatannya.

Ditambahkan Alamsyah, Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan pekatnya kabut asap yang melanda Riau bukan semata disebabkan hujan yang belum turun, namun kata Alam, harus juga dilihat sisi hukumnya.

"Memang hujan belum turun, tapi kebakaran atau pembakarnya harus bisa dihentikan, bisa tegas nggak?", ujarnya.

Direktur Advokasi Riau mengatakan, sangat mengapresiasi kinerja anggota Polri, TNI dan BPBD yang berjibaku di lokasi pemadaman kebakaran. Bahkan kata Alam sudah ada korban jiwa dari petugas.

"Kami dan masyarakat sangat sangat apresiasi kepada anggota Polri, TNI dan BPBD di lapangan, namun yang kami kritik itu adalah kinerja pimpinan, harus tegas dan jangan ragu-ragu kepada Korporasi", tutup Direktur Advokasi mengakhiri.***

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar