MENU TUTUP

DEKLARASi BANJARMASIN

Senin, 10 Februari 2020 | 16:03:50 WIB
DEKLARASi BANJARMASIN

GENTAONLINE.COM - UNESCO telah menyatakan dan mengakui Indonesia adalah negara superpower atau adidaya kebudayaan di dunia. Pernyataan tersebut merupakan suatu pengakuan bahwa Indonesia memiliki potensi kebudayaan yang luar biasa,  tak tertandingi oleh negara manapun. Akan tetapi kita belum sepenuhnya menyadari keadidayaan kita dalam kebudayaan. PWI Pusat mengajak seluruh masyarakat untuk mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan kebudayaan.

 

Pers memiliki peran strategis dalam ikut mendorong pemajuan kebudayaan. Pada Hari Pers Nasional 2020 di Banjarmasin,  Kalimantan Selatan, PWI Pusat menyelenggarakan Anugerah Kebudyaan untuk  Bupati/Walikota karena mereka memiliki posisi strategis dalam mendorong pemajuan kebudayaan di daerahnya masing-masing. Tahun ini ada 10 Bupati/Walikota menerima Anugerah Kebudayaan.


Dalam kaitannya dengan itu,  PWI Pusat juga menggelar Dialog Kebudayaan dengan narasumber utama Menko PMK Muhadjir Effendi dan 10 Bupati/Walikota penerima Anugerah Kebudayaan di Banjarmasin pada Jumat,  7 Februari 2020.


Dialog Kebudayaan ini melahirkan "Deklarasi Banjarmasin" yang berbunyi: "Kami Persatuan Wartawan Indonesia bersama Bupati/Walikota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2020, seniman,  budayawan,  akademisi,  dan pencinta kebudayaan mengajak semua pemangku kepentingan bersama-sama mendorong kebudayaan sebagai salah satu pilar pembangunan di Indonrsia." Deklarasi yang ditulis di atas kanvas itu  ditandangi oleh Menteri PMK Muhadjir Effendi,  Bupati/Walikota penerima Anugerah Kebudayaan, Ketua PWI Pusat Atal S. Drpari,  Dewan Juri Anugerah Kebudayaan,  dan Ketua Pelaksan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono.


 "Menjadi kesadaran PWI bahwa pers sebagai pilar keempat demokrasi harus mengawal seluruh bidang kehidupan berbangsa dan bernegara,  khususnya kebudayaan dalam mewujudkan pemajuan kebudyaan untuk mencapai kebudayaan yang berkepribadian, salah satu pesan Trisakti Presiden Sukarno," kata Yusuf Susilo Hartono. Ajaran Trisakt Bung Karno  itu adalah berkedaulatan dalam bidang politik,  mandiri dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar