MENU TUTUP

PSBB Sepekan Diterapkan, Kesadaran Masyarakat Masih Rendah

Rabu, 22 April 2020 | 09:46:28 WIB
PSBB Sepekan Diterapkan, Kesadaran Masyarakat Masih Rendah

GENTAONLINE.COM - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Pekanbaru sudah hampir sepekan diterapkan. Namun, kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan PSBB sampai kini masih rendah. 

Kondisi ini tidak ditampik oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru M Noer MBS. Masih ada pelanggaran yang ditemukan tim di lapangan sejak PSBB diberlakukan pada tanggal 17 April lalu.

"Dari beberapa tim masih mengeluh. Masih kurangnya Kesadaran masyarakat," kata M Noer MBS, Selasa (21/4/2020). 

Ia mencontohkan, ada beberapa warung internet (Warnet) yang masih nekat buka. "Ada warnet masih buka. Masih ada juga belum paham apa yang dimaksud pemerintah," kata dia.

Kondisi ini menunjukkan bahwa beberapa masyarakat masih mementingkan kepentingan dirinya sendiri. "Mereka hanya mengkaji dari segi mereka, siapapun saat ini terdampak. Yang jualan disetop, yang dapat duit tidak jadi. Ini yang kita adakan edukasi," jelasnya. 

Ia juga tidak menampik beberapa wilayah, sistem keamanan lingkungan (siskamling) belum berjalan. Menurutnya, siskamling akan diandalkan sebagai ujung tombak pengawasan terhadap masyarakat saat PSBB.

"Siskamling belum jalan. Juga kita belum mengevaluasi siskaming sekarang. Ada yang sudah jalan ada yang belum," ungkapnya. 

Ia juga menyoroti keberadaan pasar kaget yang masih tetap buka. Padahal, keberadaan pasar kaget berpotensi menjadi wadah penyebaran Covid-19. Selain itu, keberadaan pasar kaget ini memang sejak lama ilegal. 

"Masih ada pasar kaget yang buka. Kita tidak melarang pasar, tapi pasar resmi yang boleh. Pasar kaget ini tidak ada ukurannya, tidak jelas," tegasnya. 

Sebelumnya Walikota Pekanbaru Dr Firdaus MT menegaskan, pada tahap awal PSBB Kota Pekanbaru, mulai dari 17 April hingga dua pekan selanjutnya diberlakukan pembatasan aktivitas malam warga sejak pukul 20.00 Wib hingga pukul 05.00 Wib.

Jika upaya yang diterapkan pemerintah tak membuahkan hasil dan angka penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pekanbaru masih tinggi, untuk dua pekan setelahnya akan diterapkan pembatasan aktivitas 24 jam penuh.(ckc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar