MENU TUTUP
GALERI FOTO

Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Kunlap Lihat Progres Islamic Center di Tanayan Raya

Jumat, 04 September 2020 | 16:45:09 WIB
Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Kunlap Lihat Progres Islamic Center di Tanayan Raya Mulyadi Amd anggota komisi IV saat mengecek kondisi fisik pembangunan Islamic Center

GENTAONLINE.COM - Untuk melihat progres pembangunan Islamic Centre di Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, rombongan Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru yang dikomandoi Sigit Yuwono melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan IC di Kecamatan Tenayan Raya, pada Selasa (1/9/2020).

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan orang berdiri

Ali suseno saat mnegecek langsung tiap sudut ruangan pembangunan

Pembangunan Islamic Center yang dimulai sejak 2017 lalu ini terlihat belum menunjukkan progres yang memuaskan, bahkan Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru menemukan beberapa kejanggalan dalam pembagunan yang menghabiskan anggaran sekitar Rp38 miliar untuk tahun 2020 ini.

"Mungkin kita targetnya pembangunan Rp38 miliar ini belum maksimal pembangunannya saat ini. Kita lihat pekerjanya juga kurang profesional, seperti keramik lantai sudah dipasang. Dan kurangnya safety seperti tidak menggunakan helm keselamatan," ungkap Sigit.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri dan luar ruangan

Sigit Ketua Komisi IV tampak memimpin langsung Kunlap

Sigit Yuwono berharap pembangunan Islamic Center agar cepat selesai dan bermanfaat bagi masyarakat kota Pekanbaru.

"Melihat kondisi pembangunan IC dibangun oleh pemerintah, mudah mudahan menjadi ikon kota Pekanbaru dan bukan menjadi beban. Kita mendukung pembangunan IC ini agar cepat selesai dan bisa bermaanfat bagi masyarakat banyak", harapnya.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri, berjalan dan luar ruangan

Nurul Ikhsan, Mulyadi dan Sigit saat progres pengerjaan Islamic center

Hal yang sama dikatakan juga oleh anggota komisi IV DPRD Pekanbaru Rois ketika melihat pembangunan Islamic Center.

"Perencanaan pembangunannya tidak betul seperti keramik granit didalam Islamic Center sudah dipasang. Padahal nanti keramik ini bisa rusak atau terkikis," ujar Rois.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Pekanbaru Edward mengungkapkan bahwa progress pembangunan tahun 2020 sekitar 56 persen.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri, orang berjalan dan luar ruangan

Rombongan Komisi IV saat Kunlap ke pembangunan Iskamic Center

"Jadi target sampai tahun 2020 ini progress 56%. Kalau secara kontrak masih ada sekitar Desember yang insya allah bisa selesai sesuai target kontrak bersama kontraktor dengan nilai kontrak Rp38M," ungkap Edu.

Ditambahkan Edward, kendala pembangunan hanya empat persen dikarenakan dampak covid-19 dan Masjid Islamic Center bisa digunakan pada awal tahun 2021.

"Kendala terbesar kemarin ini tidak sesuai target hanya empat persen karena dampak covid-19 ini pengiriman barang terhadap material terlambat ditambah PSBB beberapa daerah kemarin menjadi kendala material susah masuk. Dan secara fungsional masjid bisa digunakan awal tahun tapi secara keseluruhan hampir sekitar Rp38M itu finishing selesai," kata Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Edward Riansyah.

Untuk menindaklanjuti dari hasil Kunlap hari ini,  Komisi IV berencana akan mengagendakan rapat lanjutan dengan OPD terkait untuk meminta penjelasan terkait pembagunan Islamic Center.

"Kita akan meminta kontrak nya seperti apa, dan masterplannya, kita belum lihat. Kita saat ini hanya kunlap apa-apa saja yg dipakai materialnya apa sesuai atau tidak akan kita periksa dan kita akan panggil OPD terkait, pengawasnya, dan perencananya. Dan kita kroscek bersama ke lapangan nanti dan akan kita akan panggil ke kantor untuk hearing," ujar Sigit Yuwono.

Komisi IV DPRD Pekanbaru berharap Islamic Center tersebut menjadi ikon dari Kota Pekanbaru seperti Masjid Islamic Center yang berada di Kabupaten Rokan Hulu.***

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat