MENU TUTUP

Soal Karhutla, Gubri: Lebih Banyak Unsur Kesengajaan

Kamis, 25 Juni 2020 | 09:05:23 WIB
Soal Karhutla, Gubri: Lebih Banyak Unsur Kesengajaan

GENTAONLINE.COM - Gubernur Riau H Syamsuar mengatakan jika kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi selama ini, lebih banyak karena ada unsur kesengajaan oknum tidak bertanggungjawab. "Kami tahu masalahnya karena terjadi kebakaran. Lebih banyak unsur sengaja dari pada unsur tidak sengaja,"kata Gubri .  

 

Gubri menyebutkan, hal ini terjadi karena masyarakat tak mampu mengolah lahan secara maksimal, Sehingga mereka melakukan jalan pintas dengan cara membakar. Pemprov Riau kata Gubri, juga menyiapkan alat eskavator tahun ini dan sudah masuk pengadaan di tahun ini. Alat ekskavator ini tempatkan di masing-masing kabupaten  kota yang  dikerjakan oleh dinas  Pekerjaan Umum (PU) daerah.

 

Gubri juga menerangkan, bahwa berdasarkan Ramalan BMKG Stasiun Pekanbaru memperkirakan Bulan Juni hingga September mendatang akan terjadi musim kemarau. Hal ini dikhawatirkan terjadinya Karhutla. Oleh karena itu, pihaknya jauh-jauh hari telah mempersiapkan berbagai upaya untuk pencegahan Karhutla. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden RI Jokowi untuk menyelesaikan masalah Karhutla selain penanganan Covid-19.

 

"Yang kita khawatirkan terjadinya serentak Karhutla dengan Covid-19. Tentu hal ini bisa membuat kita kewalahan,"ungkapnya. Namun lanjut Gubri, hal itu tidak akan terjadi jika semua pihak dapat bekerjasama. Ini dibuktikan dengan dapat terkendalinya Karhutla tahun 2019 lalu.

 

Gubri menceritakan, jika tahun lalu lahan yang terbakar mencapai 3 ribu hektare. Akan tetapi tahun ini, tercatat hanya 1.000 hektare saja yang terbakar.(mcr) 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan