MENU TUTUP
Gaji tak kunjung dibayar,

pekerja pembangunan RSUD Puri Husada Tembilahan unjuk rasa

Senin, 14 Desember 2020 | 12:38:34 WIB
pekerja pembangunan RSUD Puri Husada Tembilahan unjuk rasa ilustrasi

GENTAONLINE.COM - Para pekerja pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan melakukan aksi unjuk rasa karena sudah beberapa waktu mereka tidak menerima upah dari pihak perusahaan PT Kiyolan Mulya Karya.

Engki, salah seorang pekerja menuturkan bahwa hampir satu pekan dirinya dan kawan-kawan tidak melakukan aktifitas pembangunan di RSUD Puri Husada Tembilahan.

“Kami sudah hampir satu minggu sudah tidak kerja. Karena gaji kami belum dibayarkan,” sebut Engki, Minggu.

Engki juga mengatakan bahwa mereka telah dijanjikan oleh pihak perusahaan mengenai pembayaran upah pekerja. Namun, hingga saat ini hanya sebatas janji saja.

“Kami hanya dijanji-janjikan, awal-awalnya kami mengerti, tetapi ini sudah hampir satu setengah bulan belum juga dibayarkan. Sementara untuk kebutuhan sehari-hari, dari uang gaji itulah yang kami gunakan untuk bertahan hidup disini dan mengirim keluarga dikampung,” katanya.

Sementara itu, Konsultan Pengawas PT Tujuh Jaya Konsultan Wedi saat dikonfirmasi Wartawan, enggan menanggapi soal gaji pekerja yang belum dibayarkan oleh pihak perusahaan. Dia mengatakan hanya bertugas mengawasi pekerjaan proyek tersebut.

"Soal gaji kami tidak mengetahui, sebab ada tim-tim kami di lapangan. Tugas kami hanya mengarahkan pekerja, misal ini sekian yang harus di cor dan ukurannya segini," kata Wedi.

Ia menambahkan, untuk seluruh pekerja dari awal pembangunan proyek ada sebanyak 170, namun sebagian ada yang berhenti di tengah jalan.

Sementara itu, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Saut Pakpahan mengatakan bahwa pihaknya telah menjembatani antara perusahaan dan para pekerja.

“Kami telah mencoba menjembatani dengan menghubungi perusahaan agar pihak perusahaan segera membayarkan upah mereka,” sebut Saut.

Saut juga mengatakan bahwa dari komunikasi dengan perusahaan, mereka berjanji akan membayarkan upah pekerja pada Jumat lalu.

Akan tetapi, lanjut Saut, dikarenakan ada kendala maka pihak perusahaan belum membayar upah para pekerja.

“Karena hari Jumat batal, hari ini sudah kita komunikasikan kembali dengan Direktur Cabang dan Pusat. Janjinya pada Senin (14/2) akan membayarkan semua upah para pekerja,” beber Saut.

Untuk diketahui proyek Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Gedung Kantor (pembangunan dan rehap RS) tersebut senilai 42 miliar lebih dengan masa kerja selama 255 hari terhitung sejak 17 April 2020.(atr)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar