MENU TUTUP

Pekanbaru Data Nakes Penerima Vaksinasi COVID-19, Ada Dokter Yang Menolak

Rabu, 06 Januari 2021 | 10:53:39 WIB
Pekanbaru Data Nakes Penerima Vaksinasi COVID-19, Ada Dokter Yang Menolak ilustrasi

GENTAONLINE.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Diskes) sedang melakukan pendataan terhadap jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang bakal diusulkan untuk menerima vaksinisasi COVID-19.

"Jadi, saat ini tahapannya masih entry data para nakes yang akan menerima vaksin. Karena masih ada nakes kami yang belum (terdata), khususnya di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani," kataKepala Diskes Kota Pekanbaru M Noer di Pekanbaru, Rabu.

Kata M Noer, nakes yang didata sebagai calon penerima vaksin COVID-19 tersebut tidak hanya yang berada di lingkungan Dinas Kesehatan dan Puskesmas saja, tapi juga di RSD Madani.

Disebutkan dia, entry data sedikit mengalami kendala lantaran ada sejumlah nakes seperti dokter spesialis di RSD Madani yang menolak untuk divaksin COVID-19.

"Ini perlu dijelaskan, bahwa sekarang ini kita mendata dulu, bukan langsung divaksin. Jadi sekarang kita baru mendata, karena ada biodata yang harus diisi dulu. Tapi masih ada juga yang tidak mau mengisi (data)," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, puluhan ribu dosis vaksin COVID-19 dari PT Biofarma yang baru tiba di Provinsi Riau, Selasa, belum cukup untuk memenuhi kebutuhan semua tenaga kesehatan yang berjumlah 35.985 orang di daerah berjuluk "bumi lancang kuning" itu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, di Pekanbaru, mengatakan pengiriman tahap pertama vaksin yang diterima baru mencapai 20.000 dosis. Karena itu, pemerintah daerah akan melakukan vaksinasi secara bertahap untuk seluruh tenaga kesehatan.

"Di Provinsi Riau ada 35.985 sasaran tenaga kesehatan dan tentunya itu akan dilaksanakan secara bertahap. Datang 20 ribu dosis dulu, nanti akan datang lagi sebanyak yang dibutuhkan tersebut," kata Mimi.(atr)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan