MENU TUTUP

Pakar: Ada Apa dengan Pengelolaan Parkir Diserahkan kepada Pihak Swasta?

Jumat, 05 Maret 2021 | 11:43:50 WIB
Pakar: Ada Apa dengan Pengelolaan Parkir Diserahkan kepada Pihak Swasta?

GENTAONLINE.COM - Polemik penyerahan pengelolaan parkir dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru kepada PT Datama hingga kini masih mengundang polemik. Selain dari masyarakat dan kalangan legislatif yang ada di DPRD Pekanbaru. Akademisi pun juga menyoroti hal tersebut.

Pengamat kebijakan publik, Moris Adidi Yogia mengatakan berdasarkan Perda Nomor 14 Tahun 2016 untuk pelaksanaan dan pengawasan perparkiran dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran di bawah Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru.

"Perda itu masih berlaku, kenapa menyerahkan kewenangan pungutan parkir kepada pihak ketiga. Dasarnya apa? Ini yang menjadi pertanyaan kita, karena jalan umum merupakan objek vital masyarakat dalam bagian pelayanan. Artinya kewenangan itu dikelola langsung oleh pemerintah," cakap Moris, Kamis (4/3/2021).

Dengan menyerahkan pengelolaan parkir kepada pihak swasta, Moris mengatakan seolah-olah Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tidak mampu mengelola perparkiran atau adanya bancakan antara Pemko dan pihak swasta sebagai objek pelayanan parkir.

"Ada apa dengan pengelolaan parkir diserahkan kepada pihak swasta? Lain halnya kalau itu di mal bisa dikaitkan dengan pihak swasta, berbeda kaitannya dengan jalanan umum. Itu berbeda sekali, karena pelayanan dan pengawasan di jalan menjadi tanggung jawab pemerintah, menjadi hal yang rancu kalau diserahkan kepada pihak ketiga," tegasnya.

Akademisi dari Universitas Islam Riau (UIR) ini juga menegaskan tidak ada kaitanya dengan kota metropolitan dalam pengelolaan parkir, yang perlu dipahami Pemko adalah objek yang diserahkan oleh pihak ketiga adalah objek vital yang harus diberikan kekuatan penuh oleh Pemko.

"Jika diserahkan kepada pihak swasta ada untung rugi, sementara dalam paradigma pelayanan publik tidak boleh ada untung rugi. Karena semua milik masyarakat, jadi gak ada urgensinya antara metropolitan atau megapolitan," pungkasnya.(atr)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat