MENU TUTUP

Air Sungai Tapung Kampar Tercemar Limbah Pabrik, Ikan-ikan Mati Membusuk

Senin, 17 Mei 2021 | 18:54:34 WIB
Air Sungai Tapung Kampar Tercemar Limbah Pabrik, Ikan-ikan Mati Membusuk Ikan-ikan Sungai mati membusuk di Dalam Sungai Tapung Kec Tapung, Kampar. Air Sungai telah mengeluarkan bau busuk dan menyengat akibat tercemar limbah Pabrik. FOTO : IST

Kampar - Warga Desa Sungai Agung yang bekerja sebagai Nelayan di desa Sungai Agung, menemukan limbah perusahaan mengalir ke Sungai Tapung Kec Tapung, Kampar.

Mereka menduga Bocornya kolam penampungan limbah Pabrik menyebabkan banyak ikan yang mati dan bau tak sedap.

"Kami telah turun ke lokasi, mengecek langsung," Ungkap Teri Saputra dan Zikri warga Desa Sungai Agung. Ahad (16/5/2021).

Mereka mengatakan, masyarakat melihat langsung banyaknya ikan yang mati. Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja oleh pemerintah.

Pemerintah sebaiknya memberikan sanksi tegas, bahkan harus diberi sangsi Pidana kepada Pelaku nya, tambah Zikri.

Sejumlah warga yang berada di lingkungan perusahaan sepakat meminta instansi terkait mengecek dan mengambil tindakan keras terhadap perusahaan terdekat, Jika perlu menghentikan operasionalnya bila tidak taat aturan.

"Karena dampak limbah sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan hidup," katanya.

" Sepanjang Sungai tapung menjadi tercemar, berwarna hitam pekat sewaktu kejadian pada hari Sabtu 15 Mei 2021, Mestinya pihak perusahaan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat agar tidak terjadi konflik",

"Jika perusahaan melanggar aturan, sebaiknya diproses secara hukum, selain memberikan efek jera juga agar tidak merugikan lingkungan secara terus-menerus, karena di desa Sungai Agung hampir 90 persen pekerjaan kami adalah nelayan, mereka jelas tidak taat aturan, tidak siap untuk beroperasi dengan baik," tegas Zikri Mahasiswa Desa Sungai Agung.

Instansi terkait dan penegak hukum harus menyikapi semua laporan masyarakat sehingga hal serupa tidak terulang lagi.

Selain itu diharapkan tidak ditemukan lagi ada perusahaan yang membuang limbah sembarangan, baik ke sungai maupun pemukiman penduduk.

Hal ini juga mendapat kecaman dari Tokoh Muda Tapung M.Dinil Mustopa S.Sos. 

"Masyarakat menduga limbah berasal dari PT PADASA, karena perusahaan tersebut sangat dekat dengan lokasi Sungai Tapung, kami akan laporkan ini, sampel barang bukti ikan mati dan air telah kami ambil", ujar Dinil kepada media. (***)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan