MENU TUTUP

Pekanbaru Dapat Tambahan Vaksin Sebanyak 40 Ribu Dosis

Kamis, 24 Juni 2021 | 10:36:33 WIB
Pekanbaru Dapat Tambahan Vaksin Sebanyak 40 Ribu Dosis

GENTAONLINE.COM - Persediaan vaksin Covid-19 di Kota Pekanbaru sudah habis. Kota Pekanbaru segera mendapat vaksin tambahan sebanyak 4.017 vial.

Vaksin tambahan ini tersedia sebanyak 40.000 dosis. Saat ini Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru sedang menanti kedatangan vaksin tersebut.

"Sampai saat ini belum datang, kita masih menanti vaksin tambahan itu sampai di Kota Pekanbaru," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Arnaldo Eka Putra, Rabu 23 Juni 2021.

Menurutnya, dinas sudah menerima informasi keberangkatan vaksin tambahan dari Biofarma. Ia menyebut ada kemungkinan vaksin datang pada Rabu malam ini.

Total ada tambahan 18.660 vial vaksin dari pemerintah pusat untuk Provinsi Riau. Vaksin ini cukup untuk 185.908 dosis.

Tambahan vaksin ini guna mendukung percepatan vaksinasi. Apalagi saat ini masyarakat yang sudah mendapat suntik vaksin baru 221.290 orang.

Total masyarakat yang mesti vaksin hingga akhir tahun ini berkisar 750.000 orang. Ada 528.710 orang warga Pekanbaru yang menanti suntikan vaksin Covid-19.(roc)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat