MENU TUTUP

Polisi Siap Terima Aspirasi, Massa Diimbau Tak Turun Aksi Tolak PPKM

Sabtu, 24 Juli 2021 | 08:18:51 WIB
Polisi Siap Terima Aspirasi, Massa Diimbau Tak Turun Aksi Tolak PPKM

JAKARTA,Gentaonline.com - Pola Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing dan turun di aksi 'Jokowi End Game' dalam rangka menolak PPKM. Polda Metro Jaya siap menerima aspirasi masyarakat.

"Silakan kalau mau menyampaikan pendapat, datang ke Polda Metro akan kita terima," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (23/7/2021).

Yusri mengatakan pihaknya siap menerima perwakilan masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya. Massa diminta untuk tidak turun ke jalan yang nantinya akan menciptakan kerumunan dan berpotensi menimbulkan klaster Corona baru.

"Secara bijak untuk kita bisa hindari kerumunan, supaya jangan jadi klaster lagi," katanya.

Yusri kemudian menyampaikan kebijakan pemerintah terkait pemberlakuan PPKM Level 4 sebagai perpanjangan dari PPKM darurat. Pemerintah akan melonggarkan PPKM, jika angka COVID menurun setelah tanggal 26 Juli.

"Bagaimana kita bisa relaksasi kalau kegiatan kerumunan lagi? Kasihan rumah sakit, kuburan udah penuh," ucap Yusri.

Yusri kembali mengimbau masyarakat untuk bersikap bijak. Yusri meminta masyarakat untuk membantu pemerintah menurunkan angka COVID-19 dengan tidak menciptakan kerumunan.

"Kami mengimbau tolong temen-temen, saudara-saudara kami yang mau melakukan kegiatan kerumunan itu menyampaikan pendapat, sampaikan dengan bijak, silakan datang perwakilan atau kita selesaikan dengan bijak juga," tuturnya.

Yusri kemudian mencontohkan, pihaknya telah menerima aspirasi dari komunitas ojol.

"Contoh, kemarin saudara-saudara kita yang ojol akan melakukan kegiatan, tapi setelah kita komunikasi dengan baik dengan bijak mereka datang, apa permintaannya kami ikuti. Sama dengan ini datang dengan baik tidak usah melakukan kegiatan kerumunan," tuturnya.

Seperti diketahui, poster seruan aksi 'Jokowi End Game' beredar di media sosial. Aksi massa tersebut rencananya dilakukan pada 24 Juli dengan melakukan long march dari Glodok ke Istana Negara.

"Mengundang seluruh elemen masyarakat!! Untuk turun ke jalan menolak PPKM dan menghancurkan oligarki istana beserta jajarannya," demikian seruan pada poster tersebut.(dtk)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan