MENU TUTUP

Cara Korban PHK Cairkan Dana Jaminan Kehilangan Pekerjaan

Jumat, 30 Juli 2021 | 09:19:33 WIB
Cara Korban PHK Cairkan Dana Jaminan Kehilangan Pekerjaan

GENTAONLINE.COM - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menerbitkan aturan soal tata cara buruh korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sekaligus peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) mencairkan dana manfaat program tersebut. Nantinya, dana akan diberikan melalui transfer ke rekening peserta secara langsung.

Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 15 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pemberian Manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan. Dalam beleid yang berlaku sejak 28 Juli 2021 ada beberapa tata cara yang diatur Ida.

Pertama, peserta harus memberitahu status PHK ke BPJS Ketenagakerjaan dengan mengisi formulir dan melampirkan bukti PHK melalui sistem informasi ketenagakerjaan. Pengisian formulir dan lampiran bukti PHK harus disampaikan paling lama pada batas akhir pengajuan manfaat JKP.

Peserta juga harus melampirkan surat pernyataan bersedia untuk bekerja kembali dan nomor rekening bank yang masih aktif atas nama peserta. Kedua, peserta harus membuat akun untuk mengakses sistem informasi ketenagakerjaan dan mengajukan manfaat JKP pada sistem tersebut.

Setelah tata cara itu dilakukan pekerja, BPJS Ketenagakerjaan akan melakukan verifikasi dan validasi data peserta paling lama tiga hari kerja. Bila ada data atau bukti yang tidak benar atau tidak lengkap, maka mereka akan memberikan catatan pada formulir data peserta dan memberitahu secara dalam jaringan (daring) atau luar jaringan (luring).

 

Setelah itu, peserta atau perusahaan yang melakukan PHK harus membetulkan data peserta. Baru setelah itu proses bisa dilanjutkan hingga akhirnya manfaat bisa diterima peserta.

Nantinya, uang tunai akan diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Pencairan uang tunai bulan pertama dibayarkan setelah penerima manfaat mengajukan manfaat JKP pada bulan pertama.

Tanggal pengajuan ini akan menjadi acuan untuk pencairan uang tunai bulan kedua sampai kelima. Sementara manfaat uang tunai akan dibayarkan paling lama tiga hari kerja setelah penerima mengajukan manfaat JKP.

Sedangkan pencairan uang tunai bulan keenam diajukan paling cepat lima hari kerja sebelum berakhirnya jangka waktu pemberian manfaat JKP atau paling lambat akhir bulan keenam sejak pencairan pertama.

Kendati begitu, uang tunai bulan kedua sampai keenam akan dibayarkan bila pekerja atau buruh yang merupakan penerima manfaat masih belum mendapat pekerjaan baru atau aktif mencari kerja. Syarat lain, harus memenuhi presensi pelatihan kerja pada bulan sebelumnya paling sedikit 80 persen kehadiran.(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar