MENU TUTUP

Walau Kenaikan Harga BBM Bukan Hal Baru, Pemerintah Perlu Pastikan Daya Beli Masyarakat Tak Tergangg

Sabtu, 03 September 2022 | 08:57:07 WIB
Walau Kenaikan Harga BBM Bukan Hal Baru, Pemerintah Perlu Pastikan Daya Beli Masyarakat Tak Tergangg

GENTAONLINE.COM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sejatinya bukan hal baru. Tetapi, yang penting dipastikan dari kenaikan harga BBM adalah kesiapan pemerintah memberikan bantalan sosial untuk memastikan daya beli masyarakat lapisan bawah tidak terpengaruh.

Begitu pandangan pemerhati isu-isu global dan strategis Profesor Imron Cotan dalam webinar nasional Moya Institute bertajuk "Penyesuaian Harga BBM: Problem atau Solusi", Jumat (2/9).
 
"Penyesuaian harga BBM bersubsidi bukan hal yang baru karena juga dilakukan oleh pemerintah-pemerintah terdahulu. Yang penting pemerintah memastikan bahwa daya beli masyarakat lapisan bawah tidak terpengaruh," ujar Imron Cotan.


Hal ini diamini, Direktur Eksekutif Moya Institute Hery Sucipto. Memag menyesuaian itu akan berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat. Tetapi, penyesuaian perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dari dinamika global yang penuh ketidakpastian belakangan ini.

"Penyesuaian harga BBM merupakan langkah tepat untuk melindungi rakyat dan perekonomian nasional dari guncangan global, yang diakibatkan oleh disrupsi rantai pasok, akibat krisis geopolitik," katanya.

Kembali ditambahkan Imron, seiring rencana pemerintah yang akan kembali melakukan penyesuaian subsidi BBM. Untuk itu, pemerintah juga telah meluncurkan tiga bantalan sosial.

Tiga bantalan sosial itu terdiri dari BLT kepada 20,6 juta masyarakat lapisan bawah sebesar Rp 600.000/keluarga/bulan; subsidi upah kepada 16 juta pekerja, sebesar Rp 600.000/kepala/bulan; dan subsidi untuk sektor transportasi, ojek, dan nelayan, sebesar 2 persen dari Dana Transfer Umum, yang dikelola oleh pemerintah daerah.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama mantan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brojonegoro mengatakan, pemberian subsidi BBM tidak menjadi persoalan sepanjang diimbangi dengan program bantuan sosial tepat sasaran, sehingga daya beli masyarakat lapisan bawah tidak terpengaruh.

"Dan agar penyesuaian harga BBM bersubsidi tidak melemahkan daya beli masyarakat bawah, pemerintah perlu memastikan inflasi harga bahan-bahan pokok, seperti daging, telur, cabai, atau beras, dapat dicegah," pungkas Bambang.(rml)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat