MENU TUTUP

Hanafi Bantah Tudingan Mafia Tanah di Desa Bangun Sari

Selasa, 25 Februari 2025 | 17:53:51 WIB
Hanafi Bantah Tudingan Mafia Tanah di Desa Bangun Sari

Kampar – Ketua Kelompok Tani Hutan Bersatu Abadi Jaya, Hanafi, membantah tudingan dirinya terlibat dalam mafia tanah terkait pengelolaan lahan perhutanan sosial di Desa Bangun Sari dan Desa Mentulik, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Kelompok Tani Hutan Bersatu Abadi Jaya mengelola lahan perhutanan sosial seluas 1.269 hektare berdasarkan dokumen legalitas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Surat Keputusan (SK) Nomor 11490 Tahun 2024.

Hanafi menjelaskan bahwa lahan tersebut dulunya merupakan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Rimba Seraya Utama (RSU). Namun, pada tahun 2018, HGU perusahaan tersebut dicabut, dan sejak saat itu masyarakat dari Desa Bangun Sari dan Desa Mentulik mengelola lahan tersebut.

"Tahun 1990, lahan tersebut merupakan HGU dari PT Rimbas Jaya Utama. Setelah HGU dicabut pada tahun 2018, masyarakat mulai mengelola lahan tersebut. Kami, kelompok tani Hutan Bersatu Abadi Jaya, telah melengkapi dokumen legalitas untuk mendapatkan izin pengelolaan dari KLHK. Akhirnya, pada September 2024, kami menerima SK resmi dari kementerian," ujar Hanafi, Senin (24/2/2025).

Terkait adanya klaim seorang warga bernama Haji Nedi yang mengaku memiliki lahan tersebut, Hanafi dengan tegas menyatakan bahwa pernyataan tersebut tidak benar.

"Kami tidak pernah mengenal atau mengetahui adanya warga bernama Haji Nedi yang ikut mengelola lahan ini sejak awal. Baru sekarang, di tahun 2025, tiba-tiba ada klaim sepihak tanpa dokumen atau hak kepemilikan yang sah. Pernyataan tersebut keliru dan tidak berdasar," tegas Hanafi yang didampingi sejumlah anggota kelompok tani.

Hanafi berharap pengelolaan lahan perhutanan sosial ini dapat terus berjalan demi kesejahteraan masyarakat Desa Bangun Sari dan Desa Mentulik.

"Kami ingin lahan ini terus menjadi sumber mata pencaharian yang mendukung perekonomian masyarakat serta berkontribusi positif terhadap pembangunan desa," pungkasnya. (lelek)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat