MENU TUTUP

Distributor Pupuk di Rohul Ditahan, Diduga Selewengkan Subsidi Rp1,23 Miliar

Selasa, 18 November 2025 | 22:40:31 WIB
Distributor Pupuk di Rohul Ditahan, Diduga Selewengkan Subsidi Rp1,23 Miliar

ROKAN HULU — Kejaksaan Negeri Rokan Hulu resmi menetapkan dan menahan “S”, Direktur CV Berkah Makmur, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi di Kecamatan Rambah Samo pada Senin (17/11/2025).

Penetapan ini merupakan hasil penyidikan mendalam tim Pidsus Kejari Rohul terhadap penyaluran pupuk bersubsidi tahun anggaran 2019–2022. Penyidik menemukan dugaan kuat adanya penyimpangan, mulai dari penyaluran yang tidak tepat sasaran hingga ketidaksesuaian data penerima dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Menurut Kejari Rohul, tersangka “S” diduga melakukan sejumlah tindakan melawan hukum, di antaranya:

  • tidak menyalurkan sebagian pupuk bersubsidi kepada pengecer sesuai ketentuan,
  • membuat laporan penyaluran fiktif,
  • menjual pupuk Urea bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebagaimana diatur dalam Permendag RI Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013.

Akibat perbuatannya, kerugian negara yang dibebankan kepada “S” mencapai Rp1.235.500.700. Angka ini merupakan bagian dari total kerugian negara sebesar Rp24,53 miliar sebagaimana hasil audit Inspektorat Riau Nomor 516/LHAPKN/INSP-RIAU/Ir.V/XII/2024 tanggal 5 Desember 2024.

Penyidik menjerat “S” dengan Pasal 2 jo Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor yang telah diubah melalui UU Nomor 20 Tahun 2001, serta Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Penetapan tersangka dan penahanan ini mengacu pada rangkaian surat perintah penyidikan, mulai dari PRINT-01/L.4.16/Fd.2/07/2023 hingga PRINT-06/L.4.16/Fd.2/11/2025, serta Tap. Tsk-07/L.4.16/Fd.2/11/2025 dan Print.Han-07/L.4.16/Fd.2/11/2025.

Dalam proses penyidikan, Kejari telah memeriksa:

  • 108 saksi,
  • 4 ahli,
  • laporan hasil audit kerugian negara,
  • serta sejumlah petunjuk lain yang memperkuat dugaan keterlibatan tersangka.

Penyidik menyimpulkan alat bukti telah cukup sehingga “S” langsung ditahan di Rutan Lapas Kelas II B Pasir Pengaraian selama 20 hari, terhitung sejak 17 November hingga 6 Desember 2025.

Pihak Kejari menegaskan komitmen untuk menuntaskan perkara ini secara profesional dan transparan. “Seluruh proses akan terus kami kawal hingga tuntas,” ujar tim penyidik menutup keterangan resmi.

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat