MENU TUTUP

Pembangunan Waduk Rohul Dipending, DPRD Riau Akan Terus Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Kamis, 24 Mei 2018 | 03:47:30 WIB
Pembangunan Waduk Rohul Dipending, DPRD Riau Akan Terus Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

GENTAONLINE.COM-Mendapat penolakan keras dari warga, program pemerintah pusat terkait rencana pembangunan Waduk Lompatan Harimau yang dilokasikan di Rokan Hulu (Rohul) itu akhirnya ditunda. Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Riau Yulianti, Rabu, (23/5).

Penuturan Yulianti, Komisi IV DPRD Riau yang membidangi pembangunan telah menyampaikan aspirasi warga kepada Kementerian Pekerjaan Umum, dan disepakati ada dua daerah yang rencana pembangunan waduknya dipending itu, yakni Rohul dan Bali.
"Sejauh ini sudah ada titik terang, hasil pertemuan kami dengan Kementerian PUPR, diputuskan bahwa pembangunan waduk di Rohul dipending. Ada 2 daerah, Bali dan Rohul, yang dipending, karena warganya melakukan penolakan keras," papar Yulianti.

Meskipun demikian, Yulianti mengungkapkan belum ada kepastian bahwa program waduk di Rohul akan dibatalkan. Tetapi, pihak DPRD Riau masih akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat ini.

Ia lantas membeberkan sedikit pembicaraan yang terjadi ketika bertemu kementrian saat itu. Pihak kementrian menyampaikan banyaknya surat yang masuk ke kementrian terkait pembangunan waduk itu.
"Dalam pertemuan kemarin, kami disambut tiga kabid terkait di kementrian, mereka menyampaikan bahwa pemerintah sekarang tidak otoriter dan sangat mendengarkan suara rakyat. Disampaikan juga, mengenai ganti rugi yang disediakan dipastikan akan mencukupi masyarakat," ujanrnya.

"Lalu kita menjawab, penolakan warga bukan karena uang ganti rugi, tetapi soal kenyamanan tempat tinggal mereka yang akan 'ditenggelamkan', ini kampung halaman mereka, seperti yang sudah berkali - kali disampaikan oleh masyarakat kepada kita," imbuhnya kemudian.

Sementara itu, pihak kementrian menyatakan akan menyurati kepada daerah terkait keputusan pending ini. Untuk rencana pembatalan program pembangunan waduk ini, merupakan keputusan pusat, sehingga DPRD Riau tak bisa memastikan.

"Kalau di Rohul inikan harus pula menenggelamkan 4 desa untuk menghasilkan daya kecil saja. Tetapi kita tidak bisa pastikan program ini akan dihentikan, sementara akan dipending dulu. Kita sama - sama berjuanglah agar yang kita harapkan tercapai," tuturnya. (*)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat