MENU TUTUP

Kursi Wabup Kampar Terkendala Partai Koalisi, Afrizal Hidayat: Ini Bukan Dinasti

Senin, 30 Desember 2019 | 09:19:14 WIB
Kursi Wabup Kampar Terkendala Partai Koalisi, Afrizal Hidayat: Ini Bukan Dinasti

GENTAONLINE.COM - Wakil Ketua DPW PPP Riau Afrizal Hidayat menjadi calon dari PPP untuk mengisi kursi wakil bupati Kampar. Namun sampai saat ini belum ada kesepakatan dari partai pengusung. Karena masing-masing partai pengusung koalisi Aziz Zaenal-Catur juga ingin mengusung kandidat.

Afrizal yang merupakan putra sulung dari almarhum Azis Zaenal ini mengatakan, permasalahan utama yang menjadikan sulitnya memilih wakil bupati Kampar karena partai koalisi yang belum sepakat.

"PPP sudah melalui proses yang harus dijalani untuk meneruskan mekanisme dan Tatib ke DPRD Kampar. Tapi kita menunggu dari kawan-kawan koalisi. Koalisi kita kan cukup gemuk, koalisi besar, ada 6 partai.

Itu yang membuat kita belum mencapai titik temu," jelas Afrizal Hidayat. Ia menambahkan, masing-masing partai koalisi juga ingin mengusung kandidatnya untuk mengisi slot kursi Wabup tersebut.

"Begitulah kedinamisan kita berpolitik ini. Masing-masing partai juga mau mengusulkan nama-nama juga. Jadi itu membutuhkan waktu banyak," cakapnya lagi.

Meski almarhum ayahnya ketika menjadi bupati Kampar berasal dari PPP, dan sewajarnya kursi Wabup yang kosong itu jadi hak PPP karena Wabup Catur Sugeng naik jadi bupati, dengan diplomatis Afrizal mengatakan bahwa politik itu dinamis.

"Semua partai dalam koalisi merasa punya hak. Walaupun secara etika ketika pak Azis meninggal maka yang menggantikan dari PPP, tapi ya itu lah, ini bukan dinasti. Kita betul-betul politik yang sama dan setara," ujarnya.(ckc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Sungai Buluh Tak Kunjung Progres, LSM KPKN Pertanyakan SOP Kejati Riau

2

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

3

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

4

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

5

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

6

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

7

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

8

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

9

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak