MENU TUTUP

Pakai Nama PAN, Efek Elektoral yang Didapat Partai Baru Amien Rais Tak Siginifikan

Jumat, 11 September 2020 | 13:45:30 WIB
Pakai Nama PAN, Efek Elektoral yang Didapat Partai Baru Amien Rais Tak Siginifikan ilustrasi internet

GENTAONLINE.COM - Juru Bicara (Jubir) Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi menghargai jika memang Amien Rais hendak meninggalkan PAN dan mendirikan partai politik (parpol) baru dengan nama PAN Reformasi. Namun karena masih membawa nama PAN, dia menilai bahwa partai baru tersebut ingin meraup keuntungan elektoral dalam pemilu.

“Jika Pak Amien Rais akan mendirikan partai politik baru itu benar, maka itu adalah hak politik Pak Amien yang dijamin konstitusi. Bahwa setiap warga negara bebas merdeka untuk berserikat, berkumpul, mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan, sebagaimana termaktub di Pasal 28 UUD 1945,” ujar Viva kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Menurut Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PAN ini, jika Amien Rais mendirikan partai politik baru maka masyarakat akan menilai PAN tidak akan identik lagi dengan Amien Rais. Publik pun akan menilai Amien Rais telah meninggalkan dan keluar dari PAN.

“Padahal Pak Amien Rais adalah salah satu pendiri PAN, di samping ada Albert Hasibuan, AM Fatwa, AM Lutfi, Syamsurizal Panggabean, Ismid Hadad, Zoemrotin, Gunawan Muhammad, dan Abdillah Toha,” jelasnya.

Kemudian, Viva melanjutkan, dalam berbagai pemberitaan di media Amien Rais kemungkinan menamakan partai barunya dengan PAN Reformasi. Menurutnya, penggunaan nama PAN di partai baru tersebut adalah sesuatu yang wajar karena tentu masih berharap akan mendapatkan efek elektoral dari PAN yang sejak Pemilu 1999 sampai 2019 lolos di DPR RI.

“Menurut saya, kalaupun ada efek elektoral, getarannya sangat kecil alias non signifikan,” ucap Viva.

Karena, Viva menjelaskan masyarakat akan menilai bahwa PAN Reformasi adalah parpol baru, bukan PAN yang asli. Tetapi, parpol baru yang ingin mendapatkan efek elektoral dari nama PAN dan kondisi ini berbeda dengan kasus berdirinya Partai Gerindra, Partai Nasdem, dan Partai Hanura.


“Meski para tokoh pimpinan partai politik baru itu adalah mantan kader Golkar, tetapi mereka tidak ingin atau tidak berharap akan mengeruk efek elektoral dari Golkar. Mereka percaya diri atas partai politik baru yang didirikan itu,” sindirnya.(sndo)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Sungai Buluh Tak Kunjung Progres, LSM KPKN Pertanyakan SOP Kejati Riau

2

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

3

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

4

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

5

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

6

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

7

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

8

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

9

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak