MENU TUTUP

Jadi Narasumber Tunggal, Dewi Arisanty Bicara Soal Penanganan Kasus dan Hak Anak

Senin, 30 November 2020 | 16:48:22 WIB
Jadi Narasumber Tunggal, Dewi Arisanty Bicara Soal Penanganan Kasus dan Hak Anak Ketua Komnas PA Provinsi Riau Dewi Arisanty

GENTAONLINE.COM- Dalam memproses dan menindaklajuti kasus-kasus kekerasan juga seksual terhadap anak dibawah umur diperlukan sinergitas dari berbagai pihak terkait. 

"Jadi, tidak hanya ditumpukan kepada kami selaku Lembaga Independen Komnas Perlindungan Anak di Provinsi Riau" sebut Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (KOMNAS PA) Provinsi Riau Dewi Arisanty saat live Dialog Interaktif bersama Sumec TV dan Melayu TV, Senin (30/11) di Pekanbaru.

Dijelaskan Dewi, persoalan anak juga harus menjadi atensi Pemerintah melalui Dinas P3AP2KB, Dinas Sosial, pihak kepolisian, dan lembaga lainnya yang fokus terhadap permasalahan anak. "Kita akan bisa lebih maksimal jika semua pihak terkait merasa bertanggung jawab dan saling bahu-membahu dalam mengawasi,  mendampingi juga menyelesaikan kasus-kasus yang ada yang melibatkan anak dibawah umur baik sebagai korban maupun pelaku" terangnya.

Saat ini, lanjut Dewi, pihaknya konsen di kegiatan pencegahan, pendampingan dan advokasi. Namun, pendampingan menjadi prioritas KOMNAS PA Riau karena dinilai lebih efektif dan memungkinkan. "Karena begini, dalam hal advokasi kita bisa lakukan namun tidak bisa juga semena-mena. Tetap ada prosedur dan dasar kami bergerak seperti surat permohonan misalnya atau surat kuasa dari keluarga korban/pelapor" tutur Dewi.

Kedepan, Dewi berharap program 'Rumah Bahagia' yang telah dicanangkan oleh KOMNAS PA Riau segera terwujud. Ia mengatakan, dibentuknya Rumah Singgah untuk anak-anak terlantar yang akan diberi nama Rumah Bahagia itu sebagai sarana atau wadah pembinaan dan kegiatan edukasi terhadap anak-anak yang membutuhkan.

"Anak-anak itu juga manusia seperti kita. Sebagai warga negara Indonesia pemilik hak yang sama dengan kita. Hak untuk hidup layak, hak pendidikan, hak untuk bahagia. Kita ingin kedepannya, meminimalisir penyebaran anak-anak jalanan khususnya di Kota Pekanbaru. Supaya tidak ada lagi anak-anak yang jadi pengemis, pengasong, bahkan sampai terlantar. Itu memang berat, maka itu diperlukan kerjasama yang baik dengan semua pihak baik pemerintah maupun swasta untuk mewujudkan Riau sebagai daerah Layak Anak" tutup Dewi.

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar