MENU TUTUP

AHY: Moeldoko Yang Harus Minta Maaf Pada Presiden Jokowi

Kamis, 08 April 2021 | 10:08:47 WIB
AHY: Moeldoko Yang Harus Minta Maaf Pada Presiden Jokowi

GENTAONLINE.COM - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko harus meminta maaf secara terbuka kepad Presiden Joko Widodo.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, permintaan maaf Moeldoko atas keterlibatannya dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang yang ingin mengambil alih Partai Demokrat.

"Sebetulnya yang harus meminta maaf kepada Presiden adalah KSP Moeldoko dan kubunya," ujar AHY dilansir dari tayangan Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu malam (7/4). 

Dikatakan AHY, Moeldoko dan penggerak KLB sejak awal sudah menimbulkan keresahan dengan menebar berbagai kebohongan. 

Kebohongan terbesar, kata dia, ketika Moeldoko membantah terlibat dalam urusan dan upaya pengambilalihan Partai Demokrat. 

"Kan mereka yang selama ini menebar kebohongan demi kebohongan, mengatakan awalnya hanya ngopi-ngopi, tidak ikut-ikutan Partai Demokrat, tidak mungkin mengintervensi apalagi mengambil alih," bebernya. 

"Buktinya semua terkonfirmasi dengan terjadinya KLB Deli Serdang," tandas AHY.(rml)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat