Chomel Sambut Menteri LH, Siap Perkuat Pengawasan Lingkungan di Riau
Foto:
PEKANBARU — Ketua Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau, Muhammad Akhyar alias Chomel, menyambut kedatangan Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat di Pekanbaru, Kamis (20/8/2026) malam.
Pertemuan yang berlangsung di VIP Lancang Kuning, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, membahas peluang kolaborasi antara Sahabat Lingkungan Hidup Riau dan Kementerian Lingkungan Hidup dalam memperkuat pengawasan serta pemulihan lingkungan di Provinsi Riau.
Dalam pertemuan tersebut, Chomel memasangkan seragam Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau kepada Jumhur. Momen itu menjadi simbol komitmen dan sinergi dalam upaya menjaga serta memulihkan lingkungan.
Jumhur mendorong Sahabat Lingkungan Hidup Riau agar dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menangani berbagai persoalan lingkungan.
“Harus dirumuskan dulu pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan apa yang sesuai. Kemudian dibuat organisasinya dengan baik dan ujungnya itu pasti dalam rangka pemulihan lingkungan, dalam rangka memuliakan bumi,” ujar Jumhur.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan lingkungan. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, organisasi nonpemerintah, komunitas, masyarakat, serta berbagai kelompok yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Sebetulnya banyak kelompok yang punya minat yang sama. Kelompok itu bisa pemerintah daerah, bisa NGO dan juga kelompok lainnya. Itu bisa kolaborasi bareng-bareng,” katanya.
Minta Aktif Laporkan Dugaan Pelanggaran
Jumhur juga meminta Sahabat Lingkungan Hidup Riau aktif melakukan pengawasan serta melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran aturan lingkungan.
“Harapannya militan, harus militan. Dan termasuk melaporkan kalau ada orang yang melanggar aturan lingkungan,” tegasnya.
Ia mengatakan, laporan dugaan pelanggaran dapat disampaikan kepada pemerintah daerah maupun langsung kepada Kementerian Lingkungan Hidup.
“Dinas, laporkan juga ke Jakarta (Kementerian LH), karena kan mata kita juga terbatas. Teman-teman mungkin bisa dan sangat membantu,” ujarnya.
Jumhur menilai keterlibatan masyarakat sangat penting mengingat luasnya wilayah yang harus diawasi pemerintah, khususnya dalam persoalan lingkungan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Siap Libatkan Sahabat Lingkungan dalam Pencegahan Karhutla
Selain pengawasan lingkungan, Jumhur membuka peluang bagi anggota Sahabat Lingkungan Hidup Riau untuk mendapatkan pelatihan dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
“Kalau ada karhutla-karhutla mungkin bisa dilatih juga ini. Latihan, kan bisa, kenapa tidak,” kata Jumhur.
Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat melibatkan masyarakat peduli api serta Brigade Antisipasi Kebakaran Lahan yang tengah disiapkan Kementerian Lingkungan Hidup.
“Brigade Antisipasi Kebakaran Lahan, mungkin bisa kolaborasi juga. Karena Provinsi Riau ini kan memang potensial kebakaran lahannya,” tuturnya.
Dalam pertemuan itu turut hadir Tenaga Ahli Menteri Bidang Advokasi dan Penguatan Partisipasi Publik Yudi Syamhudi Sayuti, Asisten II Setdaprov Riau M Job Kurniawan, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, organisasi KSPSI-SPTI, serta sejumlah pihak lainnya.
Sementara itu, Chomel menegaskan bahwa Sahabat Lingkungan Hidup Riau siap memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Ia mengatakan, kolaborasi tersebut akan diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak langsung di lapangan, terutama dalam pengawasan lingkungan dan pencegahan karhutla.
“Intinya kami siap bersinergi dan membantu pemerintah dalam menjaga lingkungan Riau,” kata Chomel.
Kolaborasi antara pemerintah dan kelompok masyarakat diharapkan dapat memperluas pengawasan lingkungan sekaligus mempercepat upaya pencegahan kerusakan lingkungan dan kebakaran hutan serta lahan di Riau.