Maulid Nabi di Buluhcina, Dr. Elviriadi: Rasulullah SAW Teladan Kepemimpinan dan Keluarga

Ahad, 30 Agustus 2026 | 20:28:00 WIB
Maulid Nabi di Buluhcina, Dr. Elviriadi: Rasulullah SAW Teladan Kepemimpinan dan Keluargai Foto:

KAMPAR, GENTAONLINE.COM — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Baitullah, Desa Buluhcina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Sabtu malam (29/8/2026), berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan.

Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Elviriadi, S.Pi., M.Si. sebagai penceramah. Turut hadir Kepala Desa Buluhcina Azrianto, tokoh agama, perangkat desa serta masyarakat setempat.

Dalam tausiyahnya, Elviriadi menyampaikan sejumlah pesan penting yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Dua di antaranya adalah pentingnya meneladani Rasulullah SAW dalam kepemimpinan serta membangun keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga.

Rasulullah SAW sebagai Teladan Kepemimpinan

Elviriadi mengatakan, kondisi kehidupan saat ini membuat masyarakat membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memiliki kemampuan memimpin, tetapi juga mampu menjadi teladan.

Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan sosok yang dapat dijadikan rujukan dalam menjalankan kepemimpinan, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Di era sekarang sulit mencari figur pemimpin yang bisa dijadikan teladan. Maka sosok Rasulullah SAW adalah tempat kita kembali untuk menjadikan beliau sebagai contoh dalam kepemimpinan,” kata Elviriadi.

Ia menjelaskan, keteladanan Rasulullah SAW dapat diwujudkan melalui sikap amanah, membangun kepercayaan, memperlakukan masyarakat dengan baik, serta menjaga persaudaraan.

Karena itu, menurut Elviriadi, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk meneladani akhlak dan kepemimpinan Rasulullah SAW dalam kehidupan nyata.

Rumah Tangga Butuh Saling Pengertian

Selain berbicara mengenai kepemimpinan, Elviriadi juga mengingatkan jamaah mengenai pentingnya menjaga keharmonisan keluarga.

Ia mengangkat konsep “baiti jannati”, yang bermakna rumahku adalah surgaku. Menurutnya, keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah tidak akan terwujud tanpa adanya sikap saling memahami dan saling pengertian antara suami dan istri.

“Saling pengertian dan saling memahami antara suami dan istri sangat penting. Dengan begitu, kita bisa menuju rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” ujarnya.

Ia menilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan keluarga juga penting untuk diterapkan oleh masyarakat. Sikap saling menghargai, memahami dan menjaga keharmonisan menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang kuat.

Kades Buluhcina Dukung Kegiatan Keagamaan

Kepala Desa Buluhcina Azrianto yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Semoga nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW bisa kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan berkeluarga,” ujar Azrianto.

Ia berharap kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi dapat terus dilaksanakan di Desa Buluhcina sehingga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah dan kebersamaan masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi di Masjid Baitullah tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Selain tausiyah, kegiatan juga diisi dengan kebersamaan jamaah serta pemberian santunan kepada anak-anak.

Dari Masjid Baitullah Buluhcina, peringatan Maulid Nabi 1448 Hijriah membawa pesan sederhana namun penting: kepemimpinan membutuhkan keteladanan, sementara keluarga membutuhkan saling pengertian dan memahami satu sama lain.

Red

Tulis Komentar