MENU TUTUP

100 Hari Kerja, Gubri-Wagubri Tunjukkan Komitmen Nyata Tingkatkan Akses dan Layanan Pendidikan

Ahad, 01 Juni 2025 | 07:39:04 WIB
100 Hari Kerja, Gubri-Wagubri Tunjukkan Komitmen Nyata Tingkatkan Akses dan Layanan Pendidikan Gubernur Riau Abdul Wahid

PEKANBARU — Gubernur Riau Abdul Wahid dan Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto menunjukkan komitmen kuat terhadap peningkatan akses dan layanan pendidikan dalam 100 hari pertama masa kerja mereka. Tak hanya fokus pada infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan, keduanya juga memperjuangkan pendidikan gratis dan penurunan angka putus sekolah di Provinsi Riau.

Melalui program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda), Pemerintah Provinsi Riau telah menyalurkan bantuan pendidikan kepada SMA/SMK dan SLB baik negeri maupun swasta. Secara khusus, Bosda afirmasi diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak tertampung di sekolah negeri dan melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.

"Tahun ajaran 2024/2025, Bosda afirmasi diberikan kepada 842 siswa di enam kabupaten/kota. Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2025, alokasinya ditingkatkan menjadi 3.150 siswa di 12 kabupaten/kota," ujar Gubernur Abdul Wahid, Sabtu (31/5/2025).

Selain itu, dalam mendukung pendidikan keagamaan, Pemerintah Provinsi Riau memberikan bantuan operasional kepada 373 Madrasah Aliyah (MA) swasta yang tersebar di 12 kabupaten/kota.

Langkah lain dalam mencegah anak putus sekolah serta mengurangi beban ekonomi masyarakat, diwujudkan melalui program pemberian seragam gratis. Program ini menyasar seluruh siswa kelas X SMA/SMK/SLB negeri dan swasta yang diterima pada PPDB tahun 2025. Sebanyak 110.000 siswa telah dialokasikan dalam program ini.

Dalam inovasi lainnya, Pemprov Riau juga mengusung program Sekolah Rakyat untuk membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu melanjutkan pendidikan. Program ini diusulkan dalam dua tahap.

"Untuk tahap pertama, tahun 2025 ini akan dibuka Sekolah Rakyat di Gedung Asrama Haji Provinsi Riau. Berdasarkan hasil survei Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Riau dan BPPW Provinsi Riau pada 9 Mei 2025, fasilitas gedung dinilai mencukupi. Sekolah ini akan menampung 50 siswa atau dua kelas jenjang SMA," jelas Gubri.

Adapun tahap kedua, diusulkan pembangunan Sekolah Rakyat baru yang berlokasi di Pasir Putih, sebagai bentuk kelanjutan pengembangan pendidikan inklusif dan terjangkau di Riau.

Program-program ini menjadi bukti nyata keseriusan pasangan Abdul Wahid–SF Hariyanto dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya untuk seluruh anak Riau, tanpa terkecuali.

(edy lelek)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Sungai Buluh Tak Kunjung Progres, LSM KPKN Pertanyakan SOP Kejati Riau

2

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

3

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

4

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

5

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

6

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

7

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

8

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

9

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak