MENU TUTUP

Perawatan Siswa Positif COVID-19 di Sekolah Abdurrab Dipindahkan

Rabu, 01 Desember 2021 | 10:44:22 WIB
Perawatan Siswa Positif COVID-19 di Sekolah Abdurrab Dipindahkan

GENTAONLINE.COM - Menindaklanjuti penanganan pencegahan kluster baru COVID-19 siswa dan guru

di SMP dan SMA IT Abdurrab Pekanbaru, Wali Kota Pekanbaru Firdaus meminta agar perawatan mereka yang masih positif dipindahkan ke salah satu pelayanan milik pemerintah.

Hal ini terungkap saat kunjungan Firdaus pada proses swab kontak erat warga Abdurrab Islamic School Selasa (30/11/2021) di Jalan Bakti.

"Pasien positif COVID-19 diminta agar dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Jalan Garuda Sakti, Pekanbaru," kata Wali Kota Pekanbaru, Firdaus di Pekanbaru, Rabu.

Wali Kota menyebut, Pemko sudah berkoordinasi dengan Yayasan Abdurrab Islamic School.

"Kami semua sudah sepakat dengan sekolah, diharapkan dukungan orangtua, anak-anak yang masih positif COVID-19 bakal dirawat di RSD Madani," katanya.

Ia berharap, dengan perawatan medis di rumah sakit bisa mempercepat untuk memutus mata rantai COVID-19 di kluster Abdurrab Islamic School. Tim nanti juga mengevaluasi sejumlah anak yang sudah pulang terlebih dahulu.

"Kita ingatkan agar telusuri kontak erat terhadap anak-anak yang sudah pulang lebih dahulu," jelasnya.

Anak-anak ini ada yang berdomisili di Pekanbaru dan luar seperti Kabupaten Siak dan Kota Dumai. Satgas COVID-19 di Kota Pekanbaru bakal kordinasi dengan satgas di kabupaten/kota lainnya.

Juga berkoordinasi dengan Polres setempat untuk membantu proses penelusuran kontak erat untuk memastikan siswa dan keluarga kondisi sehat. Ia meminta sekolah bekerjasama dengan tim satgas untuk memberi data yang valid terhadap jumlah kontak erat.

"Bagi yang belum swab ada 17 orang, mereka harus segera swab tes agar bisa memastikan kondisi kesehatannya," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru secara resmi menghentikan aktifitas belajar mengajar tatap muka pada SMP IT Abdurrab, pascakonfirmasi COVID-19 sebanyak 54 murid di sekolah itu.

Setelah dilakukan penelusuran ternyata jumlahnya bertambah menjadi 69 murid dan guru yang dinyatakan positif COVID-19.

"Aktifitas SMP itu sudah kita hentikan karena ditemukan ada murid dan guru yang positif COVID-19, totalnya 69 orang," kata Kepala Disdik Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas di Pekanbaru, Sabtu.

Dikatakan Ismardi, sesuai Standar Operasional Program (SOP) untuk memutus rantai penularan harus dilakukan penghentian aktifitas pembelajaran tatap muka dan isolasi.

"Kita sudah perintahkan secara lisan," katanya.

Ia mengungkap, aktivitas Pembelajaran Tatap Muka ( PTM) sebenarnya sudah dihentikan sebelum puluhan siswa di sekolah itu terkonfirmasi positif COVID-19 secara inisiatif, lalu dipertegas lagi oleh Disdik menjadi penutupan sekolah.

"Karena ada gejala terjangkit COVID-19 aktifitas ditutup oleh sekolah, kami juga menyurati menutup sementara sampai nanti diputuskan lagi oleh Satgas," kata Ismardi.(ant)
 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat