MENU TUTUP

2 Orang di Sumsel Tewas Diterkam Harimau, Warga Diimbau Pakai Topeng ke Hutan

Jumat, 06 Desember 2019 | 12:43:14 WIB
2 Orang di Sumsel Tewas Diterkam Harimau, Warga Diimbau Pakai Topeng ke Hutan ilustrasi internet

 GENTAONLINE.COM - Serangan harimau sumatera terjadi berulang kali di Pagaralam hingga Lahat, Sumatera Selatan. Polisi dan BKSDA setempat mengimbau warga untuk memakai topeng di bagian belakang kepala untuk menghindari serangan harimau. "Ada dua trik menghindari diterkam oleh harimau. Pertama dengan pakai topeng," terang Kapolres Pagaralam, AKBP Dolly Gumara, Jumat (6/12/2019).


Topeng itu, kata Dolly, dipasang tepat di belakang kepala. Hal ini dinilainya dapat mengindari serangan harimau sumatera yang kini sedang berkeliaran. Selain topeng, bisa dengan memakai topi terbalik. Pemakaian topi tebalik ini dinilai menjadi salah satu trik menghindari dari serangan binatang buas loreng tersebut.


"Bisa pakai topi terbalik, kenapa karena harimau cenderung menyerangnya dari belakang. Bahu dan pundak itu sasaran harimau, tapi tetap harus waspada juga," kata Dolly. Sementara itu, BKSDA Sumatera Selatan meminta warga tetap mengutamakan nilai-nilai kearifan lokal di daerah. Salah satunya yakni tidak sesumbar dan tidak pergi seorang diri.


"Yang jelas kalau kearifan masyarakat lokal itu berdoa, jangan sesumbar dan kearifan lokal tetap dijalankan. Kalau masuk ke hutan jangan sendiri-sendiri," kata Kepala BKSDA Sumsel, Genman Hasibuan.
 

Menurut Genman, jika pergi berkelompok harimau cenderung tak akan menyerang. Sebab dia sulit mendeteksi korban untuk diserang karena sasaran lebih dari satu. Namun hal terpenting yang perlu untuk diperhatikan yakni tidak masuk habitat harimau sumatera. Sebab hal ini bakal membuat harimau menyerang manusia yang ada di wilayahnya.


"Kalau berkelompok harimau juga mikir kalau mau menyerang. Tapi sebenarnya lebih penting, kita jangan ganggu atau datang ke rumahnya, kalau diganggu ya harimau ganggu manusia," kata Genman. Terakhir, Genman menyebut lokasi petani kopi diserang harimau adalah kawasan hutan lindung. Bahkan lokasi itu jauh dari pemukiman yang ada di Tebet Benawa, Dempo Selatan, Pagaralam.


"Ada dua kejadian, Marta diserang dan luka dan terkahir ini korban meninggal, Yudiansyah. Itu sama-sama di wilayah hutan lindung dan wilayah jelajahnya," tegas Genman. (

 
Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat