Kodam XIX/Tuanku Tambusai Jaga 966,4 Hektare Lahan Pelalawan dari Potensi Api Kembali Menyala
Foto:
PELALAWAN, GENTA ONLINE COM – Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui Kodim 0313/Kampar bersama tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Jalan Koridor RAPP Km 8, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (5/9/2026).
Sekitar 966,4 hektare lahan terdampak dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Meski api utama telah berhasil dikuasai, tim gabungan masih terus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
Pasalnya, asap tipis masih terpantau di sejumlah lokasi, terutama dari tunggul kayu dan lapisan gambut yang masih menyimpan panas. Kondisi tersebut berpotensi memicu munculnya kembali api apabila cuaca panas dan angin kencang.
Tim gabungan secara intensif menyisir kawasan terdampak untuk mencari titik panas sekaligus melakukan pembasahan. Penyekatan menggunakan alat berat juga dilakukan guna memperkuat pengendalian serta mencegah potensi api merambat ke kawasan lainnya.
Dalam operasi tersebut, petugas didukung 18 mesin Ministrike, satu unit Maxtri, dua mesin Sibahura, 24 selang isap, 193 gulung selang buang, 35 nozel, dua unit drone, serta 12 unit excavator.
Penggunaan drone menjadi salah satu bagian penting dalam pemantauan, terutama untuk menjangkau dan mengawasi area yang sulit diakses melalui jalur darat.
Kondisi lahan gambut yang kering, akses menuju lokasi yang terbatas, serta cuaca panas dan angin kencang menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Titik asap bahkan masih berpotensi muncul kembali, khususnya saat memasuki waktu siang ketika suhu meningkat.
Kodim 0313/Kampar terus memperkuat koordinasi dengan berbagai unsur, termasuk TNI-Polri, BPBD, Basarnas, pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta pihak perusahaan yang berada di sekitar lokasi.
Upaya pendinginan dan pemantauan akan terus dilakukan hingga seluruh kawasan terdampak dinyatakan aman dan tidak lagi menunjukkan adanya potensi api kembali menyala.
Penulis: Lelek