TIM MABES TNI GELAR PENYULUHAN PENCEGAHAN KARHUTLA SECARA RELIGIUS DI KEPENGHULUAN PUTAT

Jumat, 04 September 2026 | 16:25:00 WIB
TIM MABES TNI GELAR PENYULUHAN PENCEGAHAN KARHUTLA SECARA RELIGIUS DI KEPENGHULUAN PUTATi Foto:

ROKAN HILIR — GENTA ONLINE COM — Tim Markas Besar (Mabes) TNI melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kepenghuluan Putat, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Jumat (4/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan lahan bekas terbakar tersebut merupakan bagian dari upaya TNI meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla sekaligus memperkuat sinergitas antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI dipimpin Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, bersama Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr(Hanla), Letkol Mar. Alyessi Hippy, Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni Kusnandar dan Mayor Inf. Ade Hermansyah.

Diawali Salat Jumat dan Penyuluhan kepada Masyarakat

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Raya Al-Mujahidin, Manggala Sakti. Setelah ibadah, tim memberikan penyuluhan kepada jamaah dan masyarakat dengan pendekatan keagamaan mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta mencegah Karhutla.

Dalam penyuluhan tersebut disampaikan bahwa pembakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak luas bagi masyarakat, terutama gangguan kesehatan akibat asap.

Kondisi wilayah Kecamatan Tanah Putih yang memiliki sejumlah kawasan rawan kebakaran juga menjadi perhatian. Karena itu, keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dinilai sangat penting dalam mencegah terjadinya Karhutla.

“Mari kita sama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan agar kita terhindar dari berbagai penyakit. Karhutla sangat membahayakan dan dapat mengganggu kegiatan serta aktivitas masyarakat,” pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Tindak Lanjut Perintah Presiden

Wakil Ketua Tim, Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kegiatan lintas matra yang melibatkan berbagai unsur terkait.

Menurutnya, tim melakukan pengecekan dan pemantauan secara langsung di lapangan untuk mengetahui kondisi serta perkembangan situasi Karhutla secara nyata.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas perintah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pelaksanaan kegiatan di sejumlah lokasi telah berlangsung selama kurang lebih satu minggu dan mendapat respons positif dari berbagai pihak.

“Hasil pelaksanaan kegiatan akan dituangkan dalam bentuk laporan untuk disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut,” ujarnya.

Dorong Penguatan Teknologi dan Peralatan

Aris menyebutkan, dalam pelaksanaan pencegahan dan penanganan Karhutla di lapangan masih terdapat sejumlah kendala, di antaranya jarak menuju lokasi, keterbatasan kendaraan, peralatan pemadam serta dukungan anggaran.

Karena itu, diperlukan dukungan teknologi dan peralatan yang memadai agar upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla dapat dilakukan secara lebih optimal.

“Kehadiran tim di lapangan memberikan dampak positif serta menjadi angin segar dalam mengatasi berbagai kendala yang sebelumnya dihadapi,” tambahnya.

Dihadiri Puluhan Masyarakat

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Tanah Putih Dona Doni, S.STP., M.Si., perwakilan Danramil 02/Tanah Putih Serma Norton, para khalifah, jamaah, enam personel TNI AD, lima staf kecamatan, dua orang dari Pemerintah Kepenghuluan serta sekitar 50 masyarakat.

Usai penyuluhan, Tim Mabes TNI bersama unsur terkait melakukan peninjauan ke lokasi lahan yang sebelumnya terbakar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.

Sebelum kegiatan berakhir, tim melaksanakan makan siang di Warung Manggala Bakso KM 24.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.

Sinergitas Jadi Kunci Pencegahan Karhutla

Melalui kegiatan tersebut, TNI menegaskan komitmennya dalam mendukung pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanggulangan Karhutla.

Sinergitas tiga pilar desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), aparat terkait dan masyarakat dinilai perlu terus diperkuat melalui patroli, pemantauan kawasan rawan, penyampaian imbauan serta pelaporan secara cepat apabila ditemukan indikasi kebakaran.

Pemanfaatan teknologi seperti drone dan perangkat pendeteksi panas juga dinilai dapat membantu pemantauan wilayah sekaligus mendukung deteksi dini terhadap titik panas dan kebakaran.

Di sisi lain, dukungan pemerintah dan para pemangku kepentingan terhadap MPA juga perlu terus ditingkatkan, terutama dalam pemenuhan peralatan, perlindungan dan jaminan sosial bagi personel yang bertugas di lapangan.

Dengan sinergitas dan kesiapsiagaan yang baik, Karhutla diharapkan dapat diminimalisir. Apabila kebakaran terjadi, penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terpadu demi menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

Redaksi — TIM 

Tulis Komentar