Karhutla Cagar Biosfer Tasik Betung Siak Capai 2 Hektare, Bupati Afni Minta Masyarakat Turun Tangan

Senin, 31 Agustus 2026 | 15:57:40 WIB
Karhutla Cagar Biosfer Tasik Betung Siak Capai 2 Hektare, Bupati Afni Minta Masyarakat Turun Tangani Foto:

SIAK — GENTAONLINE.COM — Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama masyarakat terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di kawasan Cagar Biosfer Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak.

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan tersebut diperkirakan menghanguskan lahan seluas sekitar dua hektare. Berkat kerja sama seluruh unsur, api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke area lainnya.

Bupati Siak, Afni Zulkifli, yang mendapat informasi terkait kebakaran tersebut langsung turun meninjau lokasi pada Minggu (30/8/2026) malam.

Afni mengatakan, meski api telah berhasil dipadamkan, masih ditemukan sejumlah titik bara yang muncul dari dalam tanah gambut. Karena itu, ia meminta Satgas Karhutla bersama masyarakat memastikan proses pendinginan dilakukan secara maksimal.

“Alhamdulillah, api dapat dipadamkan. Saat ini tim Satgas dan masyarakat sedang melakukan pendinginan lahan. Namun saya minta api dipastikan benar-benar padam dan gambutnya basah,” ujar Afni.

Menurut Afni, kondisi kawasan yang merupakan lahan gambut membuat penanganan kebakaran harus dilakukan secara serius. Bara api yang berada di bawah permukaan tanah dapat kembali menyala apabila tidak dilakukan pendinginan hingga benar-benar tuntas.

Ia juga meminta penghulu atau kepala kampung melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla. Hal itu dinilai penting karena terdapat cukup banyak titik api di kawasan tersebut, sementara akses menuju lokasi tidak mudah.

“Pak Penghulu, besok kumpulkan masyarakat. Kampung kita lagi jadi sorotan karena Karhutla. Periuk nasi orang kampung ada di Cagar Biosfer ini. Jadi kawasan ini harus sama-sama kita jaga. Jangan hanya mengandalkan petugas,” tegasnya.

Afni menambahkan, perangkat kampung, kecamatan, serta masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Titik apinya banyak, kita tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Kalau masyarakat ikut membantu tentu akan mempermudah. Syukur-syukur anak muda dan orang kampung asli merasa memiliki untuk menjaga kampung ini,” tambah Afni.

Ia berharap kepedulian masyarakat terhadap kawasan Cagar Biosfer Tasik Betung semakin meningkat. Selain menjadi kawasan penting bagi lingkungan, wilayah tersebut juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar.

Pemerintah Kabupaten Siak bersama Satgas Karhutla akan terus melakukan pemantauan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Penulis: Lelek

Tulis Komentar