Era AI, Syahrul Aidi Dorong Wartawan Upgrade Regulasi dan Perkuat Perlawanan terhadap Hoaks

Kamis, 17 September 2026 | 07:27:00 WIB
Era AI, Syahrul Aidi Dorong Wartawan Upgrade Regulasi dan Perkuat Perlawanan terhadap Hoaksi Foto:

PEKANBARU — GENTAONLINE.CO.ID Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa tantangan baru bagi dunia jurnalistik. Mulai dari persoalan akurasi informasi, keamanan digital, etika hingga semakin mudahnya penyebaran berita bohong atau hoaks.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam webinar bertajuk “Jurnalisme di Era AI: Antara Kebebasan Pers, Keamanan Digital dan Regulasi” yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (16/9/2026).

Webinar tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari kalangan wartawan.

Anggota DPR RI Fraksi PKS, Dr. H. Syahrul Aidi Maazat, Lc., M.A., yang hadir sebagai keynote speaker, mendorong insan pers untuk terus meningkatkan kapasitas, khususnya dalam memahami perkembangan teknologi dan regulasi yang berkaitan dengan dunia media.

“Silakan kepada rekan-rekan media untuk terus meng-upgrade seputar regulasi serta mendiskusikan segala hal yang berkaitan dengan media. Ini penting untuk menciptakan iklim media yang sehat sehingga masyarakat mendapatkan informasi atau berita yang akurat serta bersama-sama melawan hoaks,” ujar Syahrul.

Menurut Syahrul, perkembangan AI tidak dapat dihindari dan telah menjadi bagian dari perubahan teknologi global. Karena itu, perkembangan tersebut perlu diikuti dengan kesiapan regulasi serta peningkatan kemampuan para pekerja media.

“AI ini sudah menjadi isu global. Kita perlu mempersiapkan regulasi agar perkembangan AI tetap memberikan manfaat, sekaligus menjaga keamanan, etika dan kepentingan masyarakat,” katanya.

Ia menilai kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan prinsip-prinsip dasar jurnalistik. Di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan tetap memiliki posisi penting dalam memastikan informasi yang diterima masyarakat telah melalui proses verifikasi.

“Teknologi boleh berkembang, tetapi prinsip jurnalistik seperti verifikasi, akurasi dan tanggung jawab kepada publik tidak boleh ditinggalkan,” tegasnya.

Syahrul juga mengajak insan pers untuk menjadikan perkembangan AI sebagai momentum meningkatkan profesionalisme, bukan sekadar mengikuti tren teknologi.

Menurutnya, kemampuan memahami teknologi sekaligus tetap berpegang pada kode etik jurnalistik menjadi tantangan penting bagi media di tengah perubahan ekosistem informasi yang semakin cepat.

Dengan demikian, keberadaan AI diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai alat pendukung kerja jurnalistik, sementara proses verifikasi, independensi dan tanggung jawab terhadap publik tetap menjadi bagian utama dalam menghasilkan informasi yang berkualitas.

(GENTAONLINE.CO.ID)

Tulis Komentar